Telkomsel Memang Jago

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

Sepertinya, kasus bocornya data pribadi Denny Siregar yang baru-baru ini menjadi trending dan banyak dibicarakan orang, bisa jadi hanya akan berakhir pada dihukumnya seorang karyawan outsourcing Grapari Wonokromo, FDH saja.

Boleh jadi, ini adalah karena Telkomsel memang cerdik dan pintar. Bisa-bisa, memang Telkomsel sangat menguasai lapangan dalam permainan ini.

Denny Siregar masih belum layak menjadi lawan tanding dalam adu kecerdikan semacam ini.

Lapor sebelum dilaporkan adalah salah satu cara membuat kanal dalam mempersiapkan arus bagi aliran yang sengaja sudah diarahkan akan menuju dan kemana berakhir.

Melaporkan adanya kebocoran kepada yang berwajib dan dilanjutkan dengan penangkapan tersangka FDH sehari setelah pelaporan itu, sungguh tindakan smart.

Ga penting bagaimana penyidik bisa begitu sigap dan langsung bertindak secepat kilat menangkap tersangka di Wonokromo, hanya dalam waktu satu hari sejak Telkomsel membuat laporan itu.

Biarkan jadi PR kita bersama. Biarkan jadi hiburan pelepas dahaga bahwa kita punya penyidik super hebat.

Menangkap dan kemudian memproses FDH dengan dua alat bukti yang sah, sudah sangat cukup menciptakan berkas. Berkas inilah kanal bagi seluruh arus yang kemudian akan terjadi nanti.

Ketika Denny Siregar tak puas bila hanya FDH yang menjadi kambing hitam dan laporan resmi kepada Telkomsel dilakukan, inilah aliran yang sudah diantisipasi akan muncul oleh Telkomsel dan pada kanal itu pula aliran itu akan ditempatkan.

Nanti, semua laporan yang berhubungan dengan kebocoran data pribadi Denny di Telkomsel akan dijadikan satu aliran dengan laporan awal yang sudah terlebih dahulu masuk.

Dan fakta telah adanya tersangka dengan dua alat bukti yang cukup, semakin membuat apa yang akan dilakukan Denny ketika menggugat Telkomsel selalu akan dalam arus kanal yang sudah ada.

Secara sederhana, Denny akan selalu nabrak tembok yang sangat kokoh. Sudah gitu, dia hybrid, bisa selalu memperbaharui pertahanan ketika diserang dan lemah. Dia hidup.

"Berarti Denny tak mungkin menang?"

Sekokoh apapun tembok tersebut, itu adalah buatan. Selalu ada titik lemah. Dimana titik lemah tersebut, itu tugas lawyer Denny.

Yang pasti, data bahwa seorang outsourcing tak mungkin memiliki kewenangan apalagi punya kunci sedemikian penting untuk masuk wilayah sangat-sangat terlarang, adalah kata kuncinya.

Pasti ada jejak yang tertinggal, ada korelasi antara FDH dengan orang lain yang memiliki kunci, yang dapat dijadikan rujukan dan pintu masuk bagi penyelidikan yang lebih dalam.

Bahwa penyelidikan adalah wilayah privat penyidik, yakinlah penyidik bukan bagian dari benteng itu.

"Walaah.., sial benar kita ya, selalu terbentur tembok ketika 'ngelawan' raksasa. Beneran ga bisa ngapa-nagpain selain pasrah kita?"

Telkomsel adalah perusahaan milik PT Telkom Tbk, publik adalah pemiliknya. 65% sahamnya dipegang PT Telkom, dan 35% sisanya milik Singtel Singapore. Perusahaan ini jualan jasa telekomunikasi, konsumennya adalah kita, rakyat.

Mereka yang sedang beradu strategi dalam perkara bocornya data pribadi Denny adalah management bukan pemilik. Bila hukum tak mampu menyentuh mereka, pemilik mungkin adalah solusinya.

Siapa pemilik perusahaan yang akan diam saja bila management yang dipercaya menghandel perusahaan itu justru sedang akan membuatnya bangkrut?

Kapan Telkomsel bangkrut, saat rakyat protes dan berhenti membeli produknya. Sesederhana itu.

Sebagai konsumen, saya tahu bahwa saya adalah salah satu sendi penting itu. Saya tahu cara saya protes dan menekan mereka yang kebal hukum misalnya, ya dengan berhenti memberi makan perusahaan itu. Gak ada cara lain.

Dengan begitu, pemilik Telkomsel tahu bahwa ada yang salah dengan management yang telah mereka tunjuk.

Silahkan saja management lolos dari jeratan hukum seandainya Denny gagal, tapi lolos dari pecatan sang pemilik, mustahil bila saham mereka anjlok tak terbendung.

Biarkan Denny melakukan apa yang diyakininya akan membuat Telkomsel tau diri dan sadar bahwa sebesar apapun mereka, bukan berarti dapat menginjak orang kecil apalagi atas dasar kebencian.

Kambing hitam seolah memang sudah disiapkan dan kita tak puas.Kita support Denny Siregar, namun disisi lain, kerjakan saja apa yang seharusnya kita lakukan.

Saya telah berhenti menjadi pelanggan Telkomsel dengan harapan semoga Telkomsel dapat BERBENAH, bukan BERKILAH.

Bagaimana dengan anda?
.
.
*(Baru dapat info, Denny gugat Telkomsel 15 triliun. Bila benar, dipastikan akan kalah. Pukulan dan hantaman publik akan berbalik padanya. Semoga isu itu tidak benar.)

Sumber : Status Facebook Denny Siregar

Monday, July 13, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: