Telkomsel, Bidak Tlah Dimainkan

Oleh: Denny Siregar

Ibarat bulutangkis, perlawanan terhadap perusahaan raksasa seperti

ini harus main rally panjang..

Nafas harus dijaga, fokus harus tetap dan strategi2 harus cerdik dan cermat. Banyak orang bilang, "Wah, enak lu dapet 1 triliun.." tapi gak sadar bahwa ini seperti bermain dengan ular berbisa.
 
Salah langkah sedikit, gua yang tamat. Mereka punya uang, punya kekuasaan dan mau berbuat apa saja bisa mereka lakukan. Gua cuman remah2 di pinggir kaleng khong guan.
Tuntutan 1 triliun itu bukan buat gaya2an. Itu lebih buat memberikan efek jera, supaya Telkomsel tidak bisa seenaknya saja permainkan pelanggan. Mungkin sudah ada ratusan kejadian yang sama, tapi tidak bisa bersuara keras kayak gua sekarang.
Apalagi yang bisa memberikan pukulan keras pada perusahaan kapital jika bukan dengan kerugian ?
Papan catur sudah dibuka, bidak sudah dimainkan. Benteng sudah disiapkan. Ada Otto Hasibuan, pengacara perdata terkenal. Ada

, pengacara pidana yang jagoan.

Kalaupun gua kalah nantinya, gada masalah. Karena urusan manusia cuma usaha, hasil urusan Tuhan. Yang penting adalah kapan lagi kita membuat sejarah, selama nafas masih dibadan..
Setidaknya, suatu saat, langkah ini bisa menjadi inspirasi buat anak negeri ke depan.
Bersuaralah, jika kamu benar. Tapi juga harus cerdik, jangan liar. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan..
Seruput kopinya, kawan ?
(Sumber: Facebook Denny Siregar)
Saturday, October 31, 2020 - 07:00
Kategori Rubrik: