Telik Sandi dan Konflik LCS

Oleh: Prayitno Ramelan
Dua tahun yg lalu Pray diundang TVOne membahas persaingan dua capres ... Judulnya menarik "Perang Telik Sandi". Dalam persaingan, pertempuran atau perang, peran dari informasi sangat penting. Apa niat, kekuatan, kemampuan, kerawanan, strategi serta taktik lawan adalah pekerjaan intelijen, bahasa jawanya telik sandi. Kini pak Jokowi sudah menjadi presiden dan pak Prabowo sbg ex kompetitornya dlm pilpres dan kalah, sepakat mau membantu pak Jokowi di Kabinet sbg Menhan...
 
Masih perlukah telik sandi? Jelas makin perlu, BIN kini tdk dibawah kordinasi Menkopolhukam tapi langsung ke presiden. Hanya saja Kemhan tidak punya badan intelijen, Bais TNI dibawah kodal Panglima TNI. Apakah karena itu, muncul berita2 simpang siur soal rcn pengadaan pesawat tempur pengganti F-5E Tiger2, spt pengadaan Sukhoi-35, terus Menhan berminat pswt Euro Fighter Typhoon, terus berita Rafale, terus ada penawaran pesawat tiltrotor MV-22 Osprey Block C dari AS.
Publik jelas membacanya ada apa ini? Sementara kondisi di LCS menghangat, ada pengerahan kekuatan militer dari AS (kpl induk) dan sekutu berhadapan dengan China (RRT). Nah, ini mslh geopolitik dan geostrategi kawasan yg serius, dmn Indonesia menjadi center of gravity. Sangat terkait konsep OBOR versus Indo Pacific. Secara politik LN dan diplomasi pertahanan Menhan membutuhkan analisis intelijen spy kita tdk salah posisi.
Di lain sisi Menlu akhir2 ini mengedepankan mslh Palestina, di sini Pray melihat perlunya kesesuaian sdt pandang antara Kemhan dengan Kemlu. Bagaimana sikap kemelut LCS? Kita tdk bisa cukup mengatakan dgn ringan, kita bebas aktif dan selesai. Indonesia harus cerdik berselancar dlm buih dan ombak di LCS.
Apa kebutuhan utamanya? Ya, telik sandi (analisis informasi intelijen perkembangan kawasan itu)...maaf bukan mengajari, tapi sbg rakyat hanya coba memberikan masukan... Diakui, bisnis intelijen sangatlah sulit, dan akan berakhir menjadi sebuah prediksi.
Kalau kita keliru membaca dan menyikapi kasus LCS saat ini maka dari persepsi intelijen bisa diprediksi ada konsekwensi yg harus ditanggung...baik oleh bangsa maupun terhadap decesion maker.
Ngatasi Covid-19 saja pak Presiden sdh pusing, ditambah apa yg Pray tulis itu?
Iki piye, tanya teman yg ngerti soal konflik. Sabar2 nanti tak tulis deh walau berupa coretan kecil... Soalnya bikin konsep analisis komprehensif sdh berat baik mata, hati dan mood...Maklum baby boomer generation, makin kewut. Smg bermanfaat sekedar masukan dari Old Soldier.
Friday, August 7, 2020 - 12:45
Kategori Rubrik: