Tekstual dan Kontekstual

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Sebuah kebiasaan masyarakat kita, saat menjelang memasuki Bulan Ramadhan adalah melakukan Mudik dan Berziarah Kubur. Saya tidak akan membahas mudiknya yang sedang diributkan maknanya. Tapi tentang Ziarah Kubur yang masih saja terbelah menjadi dua pendapat. Antara yang mengharamkan dan yang memperbolehkan.

Padahal jika dilihat dari dalilnya, terdapat sebuah Hadits Riwayat Turmudzi. Dari Buraidah ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin ke makam ibunya, maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.”

Hadits di atas harus dicerna secara Kontekstual. Artinya ada situasi tertentu Rasulullah SAW pernah melarang Ziarah Kubur. Yaitu saat Akidah Umat belum begitu kokoh di masa awal Nabi Muhammad menjadi Rasul. Namun di kemudian hari, itu justru dianjurkan agar kita bisa mengingat kematian (Dzikrul Maut).

tulah pentingnya memahami sesuatu secara kontekstual dan bukan sekedar tekstual. Ziarah Kubur di atas adalah contoh bentuk perbuatan yang sama namun pernah memiliki makna berbeda. Selain perbuatan, ada pula Kata yang sama namun maknanya berbeda. Misalnya kata Kencan. Jika kata ini digunakan oleh kalangan remaja atau ABG, kencan bisa dimaknai dengan kegiatan sekedar ketemuan, ngobrol atau makan bareng. Namun jika kata Kencan dipakai oleh Pria Dewasa di tempat (maaf) lokalisasi tentu akan memiliki makna yang lain.

Jadi kesimpulannya, golongan yang melarang Ziarah Kubur adalah orang-orang yang tekstual karena memahami dalil dengan sepotong-potong. Sedangkan golongan yang memperbolehkan adalah orang-orang yang mampu memahami secara Kontekstual. Celakanya, bagi pembenci Rasulullah SAW, akan menganggap beliau adalah orang yang mencla-mencle bagaimanapun penjelasan yang telah diberikan kepada mereka.

Lalu, bagaimana dengan istilah Mudik dan Pulang Kampung? Perbuatan yang sama tapi dari kata yang berbeda. Ataukah perbuatan yang berbeda meski memiliki arti yang sama dalam Kamus Bahasa? Loh! Kan sudah dibilang saya cuma akan membahas Ziarah Kubur yang terbelah menjadi dua pendapat. Hehehe..

Wallahu a'lam bi shawab..

*FAZ*
#Analogi

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Friday, April 24, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: