Teknologi Iran yang Tidak Dilirik

ilustrasi

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Setidaknya ada tiga jenis beasiswa dari lembaga pemerintah yang dialokasikan untuk mahasiswa Indonesia di luar negeri: beasiswa LPDP, beasiswa DIKTI dan beasiswa unggulan Kemendikbud... dan tidak ada satupun tujuan perguruan tinggi luar negeri itu dari universitas Iran. Amerika Serikat saja ada lebih dari 30 perguruan tinggi yg pemerintah menggelontorkan beasiswa sampai 1 milyar rupiah permahasiswa...

Terus, ketika Menteri Kesehatan bu Nika Djuwita Moeloek datang ke Iran dan melihat langsung kecanggihan tekhnologi kesehatan Iran, beliau menyayangkan mahasiswa Indonesia di Iran sangat sedikit, apalagi yang ambil kedokteran tidak sampai sepuluh...

Ya, karena tidak ada beasiswa bu, apa harus Iran semua yang nanggung? Tdk nyampe 10 saja itu Iran sdh ngos-ngosan di tengah2 sanksi embargo yang makin menggila... itu tanggapan kami...

Prof Umar Shihab, dgn mata berkaca2 bercerita di hadapan kami sehabis mengunjungi kampus, perpustakaan dan bertemu langsung ulama2 Iran, "Saya benar2 menyesal baru mengunjungi Iran diusia lanjut ini. Jika sekiranya masih muda, saya akan bersama kalian belajar disini..."

Kami mahasiswa Indonesia yang kuliah di Iran, ada yang mendapat beasiswa sepenuhnya, separuh, seperempat sampai murni biaya dari orangtua dan ketika satu-satu dari kami menceritakan apa yang kami lihat di Iran dengan maksud berbagi informasi sebagaimana mahasiswa2 Indonesia di luar negeri lainnya yang terkagum2 dan mengelu2kan kampus dan negara ditempat mereka menimba ilmu, dengan entengnya kami dituduh Iran sentris... belum lagi yang mendapat tuduhan agen Syiah, perpanjangan tangan wilayatul faqih, yang mahasiswanya dituduh keenakan mut'ah di Iran dan mahasiswinya dipandang hina... dan begitu pulang, alumni2 dicurigai dan dihalang-halangi kariernya... akibatnya tdk sedikit alumni yang memilih tidak menulis latar belakang pendidikannya dari universitas Iran di CV-CV pribadinya...

Sementara setiap tokoh2 nasional dan pejabat yang ke Iran baik dari politisi, agamawan, pengusaha, kepolisian sampai militer semua memuja2 Iran dan bilang kepada mahasiswa, pulang nanti mengabdilah buat tanah air...

Seorang perwira militer saat bertemu di Iran berkata kesaya, "Saya ditanya, apa ada mahasiswa Indonesia yang belajar tekhnologi nuklir di Iran? Kita butuh itu, sebab sangat menakjubkan ketangguhan militer Iran bisa membungkam kearoganan Amerika Serikat... "

Saya dengan mantap bilang, tidak ada pak. Yang kuliah teknologi pertambangan sempat ada. Tapi kewalahan membayar kuliah tanpa beasiswa. Akhirnya memilih jurusan lain yang lebih terjangkau...

Betapa banyak kesempatan belajar di Iran yang dilewatkan begitu saja, karena menganggap poros kemajuan ada di Amerika Serikat... Iran melesat maju dan menjadi negara yang mengerikan bagi arogansi AS sementara kita masih juga malu2 mendekati Iran karena terlanjur memenuhi kepala dengan prasangkaan dan kecurigaan...

Sumber : Status facebook Ismail Amin Pasannai

Thursday, February 20, 2020 - 08:15
Kategori Rubrik: