Teknik Menyelundup

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Salah satu dialog dalam film tentang penyelundupan, yaitu justru sengaja biar tertangkap dan disita bea cukai. Lalu nanti barang selundupan itu akan dilelang. Yang beli tentu si penyelundupnya. Itu lebih murah ketimbang nyogok petugas atau bayar bea masuk resmi.

Mirip dengan itu saya zaman masih kuliah pernah ditilang polisi dan STNK ditahan. Tidak diberi surat tilang, karena polisinya bilang nanti ambil di kantor ya. Tentu pak polisi minta sesuatu.

Ternyata saya gak datang-datang juga sampai berbulan-bulan. Pas waktunya bayar pajak, barulah saya ke kantor polisi. Lupa juga siapa nama pak polisi yang menahan STNK saya.

Di kantor polisi saya diarahkan ke bagian gudang atau semacam tempat penyimpanan. Yang bertugas ibu-ibu, tidak pakai seragam polisi, kayaknya juga bukan polisi.

Tapi beliau tanggap mencarikan STNK saya di dalam tumpukan berkas yang begitu banyak. Dan alhamdulillah ketemu. STNK motor saya itu pun diberikan ke saya begitu saja, tidak minta biaya apapun.

Lama juga saya mikir kenapa diberikan begitu saja, nggak pakai bayar. Akhirnya secara logika saya mikir, nama pembayarannya apa? Bayar denda ke pengadilan, bukan ke petugas. Mungkin juga polisinya sudah pindah tugas. Maka STNK saya ditinggal begitu saja di gudang.

Petugas gudang pun gak mau minta uang. Mungkin dia pikir nanti kualat.

Hehe seru juga.

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Friday, December 6, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: