Tegas Bukan Harus Mencela, Mencaci Maki dan Berdoa Buruk

ilustrasi

Oleh : Arief El Junaedy

Sudah maklum dalam sejarah bahwa ke atas dan ke bawah dari Rasulullah SAW itu adalah orang-orang rendah hati, beraklah baik dan bertutur kata dengan lembut, andaipun pernah marah mungkin iya, tapi tidak mencaci maki, mencela dan mencibir.

1. Sayyidina Nabiyullah Ibrahim As
2. Sayyidina Nabiyullah Ismail As .....................>
3. Sayyidina Abdu Manaf Ra.
4. Sayyidina Hasyim Ra.
5. Sayyidina Abdul Mutthalib Ra.
6. Sayyidina Abdullah Ra.
7. SAYYIDINA WA NABIYYINA WA HABIBINA WA SYAFI'INA WA MAULANA "MUHAMMADIN SAW"
8. Sayyidatina Fathimah As, wa Zaujuhu 'Ali Al-Murtadha Kw, wa Ra.
9. Sayyidina Hasan As, wa Akhihi Sayyidina As,
10. Sayyidina Ali Zainal Abidin
11. Sayyidina Muhammad Al-Baqir
12. Sayyidina Ja'far Asshadiq
13. Sayyidina Musa Al-Kazhim
14. Sayyidina Ali Ar Ridha
15. Sayyidina Muhammad Al-Jawwad
16. Sayyidina Ali Al-Hadi
17. Sayyidina Hasan Al-Askari
18. Sayyidina Ahmad Al-Muhajir
19. Sayyidina Shahib Mirbath
20. Sayyidina Faqih Al-Muqaddam
21. Sayyidina Alwi, ridhwanullahi 'alaihim dst...

Semua leluhur dan keturunan Rasulullah SAW terkenal lembut perangai, tegas namun dengan cara tidak menyakiti lisanan aw yādan kepada manusia lainnya. Maka, terasa gimana gitu.... ketika ada seseorang yg dirinya menisbatkan diri kepada baginda Nabi SAW sbg keturunannya dan Nabi diakui sebagai datuknya, akan tetapi sifat, sikap dan tindakannya tidak mencerminkan datuknya, yang terkenal dengan kelembutan dan kerendahan diri serta berbudi luhur.

Tegas........! Sikap dan sifat ini yang selalu dijadikan alasan sepihak, padahal kita ketahui bersama bahwa Kanjeng Nabi itu orangnya juga tegas, tapi nggak kebanyakan marah-marah gitu... apalagi selalu mendoakan buruk kepada manusia lainnya.... bukan tidak pernah lho yaaa, Kanjeng Nabi itu mendoakan adzab kepada suatu kaum, sebagaimana dialami suku Mudhar, yg didoakan agar paceklik, karena kaum dari suku Mudhar ini sudah keterlaluan bermaksiat kepada Allah SWT dan menghina Rasulullah SAW... Waaaah puanjang dech ceritanya... silahkan buka saja, kitab-kitab Siroh dan Tarikh serta Syarah-Syarah Hadits...

Ancamana terus menerus selalu menjadi teriakannya,
Doa-doa buruk selalu menghiasi bibirnya,
Provokasi demi provokasi selalu menjadi keahliannya,
Caci maki dan hinaan sering dibuat kebiasaan dalam setiap pembahasannya,
Menggaungkan kalimat Takbir sebagai hiasannya,
Mengatasnamakan "Ummat Islam" sebagai penyedap rasa dalam setiap orasi politiknya yg dibungkus secara islami,
Hasud dan cela sana sini dianggap kata-kata ilham yg wajib diteriakkan...

Duuuh... Kanjeng Nabiku.... Kekasihku... Sanjunganku... Sandaranku...
Semoga lisan kami terjaga dari mencaci maki dan menghina segenap ummatmu, keluargamu dan sahabat-sahabat tercintamu,
Semoga tidak terbesit rasa kebencian dari dalam hati kami kepada siapapun,
Semoga tak pernah tersirat sedikitpun dalam hati dan jiwa kami untuk membencimu, keluargamu, sahabatmu dan seluruh ummatmu serta manusia lainnya sebagai makhluk Tuhan... !

Sumber : Status Facebook Arief El-Junaidy
Friday, November 20, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: