Tawazun, Salah Satu Pembelajaran Film A Man Call Ahok

Ilustrasi

Oleh : Enha

secara bahasa, tawazun artinya seimbang. ia merupakan pilar utama dalam konsepsi Islam Nusantara selain tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleran).

sikap tawazun atau seimbang merupakan pengejawantahan dari sikap adil.

Adil tentu saja bukan berarti bagi rata. Adil itu proporsional. Proporsional itu ya seimbang. meletakkan segala sesuatu sesuai porsinya.

dalam kasus Pak Ahok, kita sering menyaksikan ketidakseimbangan sikap. misalnya soal prestasi beliau.

ada semacam penolakan (untuk tidak menyebutnya kebencian) yang bersifat akut sehingga tercipta sebuah benteng penolakan yang tinggi.

sedemikian kuat dan tingginya benteng itu sehingga untuk secara seimbang mengakui prestasi pak Ahok saja sulit sekali.

"Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berbuat tidak adil. Bersikap adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. - QS Al-Maidah: 8 -

dalam film A Man Called Ahok, kita menyaksikan penuturan mengenai kisah Pak Ahok yang apa adanya, bahkan kesempatan untuk curi2 kesempatan memasukkan counter issue mengenai penistaan agama saja tidak dilakukan. padahal kesempatan itu ada.

sepanjang film, nyaris tidak ada kontroversi yang mengarah pada persoalan agama. dan sebagaimana dikatakan produsernya, ini bukan film politik, jadi jangan dibawa kemana-mana apalagi kalau framingnya pada menyembunyikan sisi buruk Pak Ahok.

kalau boleh jujur, para pendukung pak Ahok pasti berharap ada semacam counter issue atas kriminalisasi yang kadung menimpa Pak Ahok, apalagi belakangan semakin tampak mereka yang memusuhi pak Ahok ternyata ditunggangi kepentingan politik.

memuji film yg dibuat secara objektif adalah sebuah sikap bersahaja dan bermartabat, tetapi menyusupkan pesan "kebencian" dengan menyebut sisi buruk Pak Ahok adalah sikap kerdil yang kekanak-kanakkan.

buat mas Dede Imam yang menjadi produser film ini saya ucapkan selamat, bergairahnya penonton yang berdesakan memadati bioskop adalah isyarat film A Man Called Ahok diterima oleh khalayak.

Enha
bukan alumni BoeDoet, tapi spirit solidaritas BoeDoet ngalir begitu aja ke pembuluh darah gue

Sunday, November 11, 2018 - 19:30
Kategori Rubrik: