Tarif BPJS Kembali Naik?

ilustrasi

Oleh : Boni Soehakso

Akeh yang omong BPJS Kesehatan...
gue cermati nih ya.. Yang sliwar sliwer di linimasa gue...

1. Orang yang mencaci maki naek nya iuran BPJS Kesehatan kelas 1 dan 2 padahal yang bersangkutan adalah peserta BPJS Kesehatan kelas 3 dan status nya Penerima Bantuan Iuran (warga miskin yang tercantum di DTKS) alias BPJS Kesehatan Gratis dibayarin negara....
2. Orang yang mencaci maki naek nya iuran BPJS Kesehatan kelas 1 dan 2 padahal yang bersangkutan adalah peserta BPJS Kesehatan kelas 1 dan 2 karena sistem pemotongan via Perusahaan. Ingat ya Perusahaan membayar 4% dan Karyawan 1% dari Penghasilan Bulanan yang dilaporkan.

3. Orang/pengusaha/umkm yang bayar BPJS Kesehatan bayar mandiri entah kelas 1, 2 atau 3 yang merasa bersyukur bisa turut berperan serta dalam upaya gotong royong untuk asuransi kesehatan milik negara.

Kemudian saya bandingkan dengan temen2 dan istri saya yang Perusahaannya masih ikut Asuransi Swasta sistem gesek kartu dgn batasan limit. Ada yang perusahaan nya memotong gaji 250 sampai 400 ribu per orang untuk model asuransi rawat jalan gesek kartu dan masih dipotong asuransi BPJS Kesehatan juga

Rata2 mereka yang kerja di perusahaan besar, BPJS Kesehatan nya kelas 1 masih ditambah asuransi swasta...

Nah, di linimasa saya, banyak yang mencaci maki itu setelah saya liat ternyata kerja di perusahaan besar, bonafid, keren gaji tampaknya diatas 8 juta.... Lah wong salah satu mobil nya saja Honda Freed, mobil yang lain? Ada Avanza dhe...

Perusahaan nya mbayari 4% dari 8 juta. Sementara dia sbg karyawan hanya bayar 1% dari 8 juta... Itu kalo gaji nya bener 8 juta... Masak orang dgn gaji 8 juta bisa beli Honda Freed?  Paling tidak ya gaji 10 juta ke atas lah ya...

Dah gitu aja....
Apakah BPJS Kesehatan ruwet? Iyes.... Saya pengguna setia BPJS Kesehatan. Saya pernah swab test, pernah sputum check dll saat urusan bronkitis asmatitis yang menghabiskan anggaran berobat selama 6 bulan lebih dari 10 juta... Itu duit negara tuh.... Dari iuran BPJS Kesehatan gotong royong
Saya juga pernah menghabiskan anggaran utk urusan dengkul kiri pakai BPJS Kesehatan yang menghabiskan anggaran sekitar 15 juta rupiah... Itu juga duit negara tuh... Dari iuran BPJS Kesehatan gotong royong...
Belom lagi urusan batu ginjal yang menghabiskan anggaran sekitar 5 juta untuk cek ini itu blom sama CT Scan...

Saya pernah menulis : UU Sistem Jaminan Sosial dan Peraturan turunan nya baik, namun apakah pengelola pelaksananya (BPJS Kesehatan) udah baik?

Kalo kita mau tinggikan helicopter view ya.... Defisit anggaran negara kita sudah berbahaya... Pemerintah melakukan relaksasi Pajak untuk UMKM dan Usaha dan sektor lainnya; banyak hal kegiatan yang dialihkan termasuk membatalkan DAK Fisik senilai Rp 405 T. Itu sebabnya kmaren keluar perppu nomor 1 / 2020 yang sudah ditetapkan jadi UU. Apakah Presiden berat hati mengambil keputusan? Jelas. Tapi negara ini bukan dikelola dengan hati, tapi dengan data dan fakta analisis anggaran terkait apa saja yang mengancam posisi keuangan negara.... Itu kalo kita mau lihat dari sisi lain fiskal negara.... Presiden musti mendengar apa masukan dari Ibu SMI selaku Menteri Keuangan yang fungsi beliau adalah pelaksana dan pembuat kebijakan fiskal negara...

Nah... Kalau kita hidup hanya untuk mencacimaki ga jelas, sementara anda ga lihat sendiri bagaimana masyarakat miskin kelas 3 yang dateng jauh2 dari Kebumèn untuk berobat di RSUP Sardjito (RS Rujukan Nasional) mereka mengatakan apa? Bersyukur atas gratis nya BPJS Kesehatan...

Jadi sebenarnya kita sendiri bisa kok mengubah cara pandang nya... Menjadi positif atau negatif itu urusan pribadi kita....

Kita yang memilih, apakah kita mau hidup di hawa positif atau negatif....

Itulah sebabnya mengapa selalu saya katakan.... Kembalilah ke ruang hening yang jauh dari kebisingan dan gemerlap duniawi agar engkau dapat melihat semesta lebih luas, agar engkau dapat melihat jeritan2 hati warga miskin dan kelaparan....

Bisa kah kita?

Sumber : Status Facebook Boni Soehakso Notohatmodjo

Friday, May 15, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: