Tanpa Sekolah, Cita-Citaku adalah Menjadi Bupati

Oleh: Drg. Zahrotur Riyad
 
Tersebutlah pulau-pulau terpencil disebelah tenggara Pulau Batam...
Sejak tahun 2010 diriku bertugas sbg dokter gigi di pulau tersebut, dengan naek perahu berkeliling dari satu pulau ke pulau laen dg naek perahu kayu bernama Pompong..
Mencabut gigi di bawah pohon, di dermaga,  di tepi pantai,  di warung2 dan di Saung2..
Juga mengajar ke SMP dan SMA ttg pentingnya pendidikan.. Jg ttg bahaya seks bebas, bahaya kehamilan dan persalinan usia remaja, bahaya HIV,  bahaya narkoba..
Semua yg berbahaya...
Kecuali bahaya terperosok kedalam hatimu..
-hihihi.. Apaan sih-

Nah..
Hingga di suatu ketika..
Ada anggota dewan yg jg seorang dokter, mengikuti diriku  berkeliling mengajar ke  pulau2..
Dan bapak anggota dewan ini -suatu saat akan muncul dlm tulisan yg laen-
Mengajak seorang Laki2 usia sekitar 40an ikut dlm rombongan kami....
Laki2 ini ternyata adalah ketua ikatan masyarakat pulau...
Oke..
Tulisan ini sebenarnya akan membahas si bapak ketua ikatan masy. Pulau ini..
Di perjalanan, si bapak ketua tiada henti bercerita ttg segala hal dan byk hal...
Ndak berhenti-henti.. Dan ndak ada capeknya ngecewes...
-apaan itu ngecewes-

Ketika kegiatan mengajar selesai diriku lakukan, dan kami makan bersama sambil berbincang2...
Si bapak ketua ikatan masy. Pulau itu bercerita bhw 2019 kelak dia akan mencalonkan diri sbg anggota dewan..
"saya akan mencalonkan diri menhadi anggota dewan,  dan yeeaahh.. Dana 2M akan cukup menjadikan saya mjd anggota dewan...
Karena memang harus cukup uang untuk membayar.. "
"maaf... Membayar apa pak? "
"ya membayar masy. Yg memilih saya.. "
-diriku nyengir,  tapi tetep cantik.. Hoho-
"mwnjadi anggota dewan ganya batu loncatan saja... Karena kelak saya ingin menjadi bupati...
-luwar biasa-
"saya bangga dan berterima kasih  bu dokter membantu anak2 pulau untuk mendapatkan beasiswa S1 ke jakarta dan bandung...
Anak2 pulau sangat sulit untuk bersekolah...
Apalagi di zaman saya dulu sangat sulit untuk sekolah... "
"bapak dulu sekolahnya dimana?  Apa di SD pulau ini? "
"ehhmmm.. Saya ndak lulus SD bu dokter... Saya sampe kelas 3 SD trus ndak lanjut...
Kmdn saya ikut kejar paket A"
"oh gitu... Trus SMPnya dimana? "
"saya jg ndak sekolah SMP.. Saya kmdn membayar untuk ijazah paket B"
-ya ampuuunnn... Kok mulai aneh gini ya... -
"trus SMAnya gmn? "
"SMA saya jg membayar untuk ijazah paket C"
-dan diriku hampir nangis kosel2-
Lanjuuut yaaa.....
Inilah gambaran 75% anggota dewan di batam...
Hampir semua anggota dewan di Batam ijazahbya dari kejar paket A B dan C..
Dan bahkan terakhir kmrn gubernur kepri yg skrg sempat tersandung kasus ijazah palsu...
Ada dua poin penting yg diriku catat dari kasus ini...
1.bahwa ternyata mungkin dan bahkan memang benar bahwa orang2 yg cerdas dan berpendidikan.. Jauh lebih besar rasa ketakutannya dibandingkan orang yg tidak sekolah atau tidak berpendidikan...
Orang cerdas selalu berpikir ttg resiko dan akibat yg akan timbul dan segala halnya...
Sementara orang yg tidak berpendidikan... Yg penting pokoknya maju wes...
Resiko dan akibat itu masalah nanti...
Memang ada segi negatif dan positifnya...
2.Diriku membayangkan dan mengajak membayangkan bagaimana seandainya jabatan kepala daerah/pemwrintahan dipimpin oleh orang2 spt ini...
Okeh... Memang ada ibu Susi yg menhadi menteri...
Tapi itu bisa jadi adalah pengecualian...
Orang2 spt ini ingin mjd anggota dewan dg modal 2M  darimana?  Sementara dia secara riil tidak punya pekerjaan... Dan kesana kemari memakai mobil bantuan dari pemerintah untuk LSM yg dia pimpin...
Bagaimana pemahaman dia ttg blueprint kedepan-masa depan daerah yg akan dia pimpin...
Sehingga...
3.menhadi tanggung jawab kita...
Bapak2dan ebok2 yg ada di grup ini untuk tampil memimpin....
Meski saya sendiri masuk dlm kelompok/golongan yg alergi dg jabatan2...

Tabik

Drg. Zahrotur Riyad   

Sunday, July 30, 2017 - 11:15
Kategori Rubrik: