Tanggapan atas Opini Yusril, soal Perppu Ormas vs UU Subversif

Oleh: Riza Iqbal

Aduh pak prof, kok anda semakin lucu ya membandingkan sanksi Perppu Ormas dengan sanksi hukum era kolonial dan orde baru. Statmen anda itu untuk membela hukum atau membela rezim?

Kami tau kok klw anda itu dulu bagian dari rezim orba. Tapi tolong objektif menilai sanksi hukum yg diaplikasikan saat rezim itu. Apa kurang represif, Undang2 Subversif yg diterapkan di era itu, bahkan kelompok soekarnois pun banyak terkena sanksi UU Subversif, padahal UU itu lahir di era Soekarno.

 

 

Tolong anda hitung, berapa banyak aksi demo yg terjadi di era Jokowi. Dimana aksi tersebut tujuannya untuk melengserkan kekuasaan yg sah. Bahkan meski Ahok yg didemo, sasaran tembak sesungguhnya adalah Presiden Jokowi. Apa ada tokoh dibalik aksi itu yg hilang, atau dipenjara karena aksi demo? 
Yang ada justru tokohnya menghilangkan diri karena kasus jamur selangkangan.

Era orba, jangankan demo berjilid2 dengan isu yg sama. Prolog aksipun tidak akan pernah bisa terjadi. Anda punya ide aksi, besok dipastikan, anda hilang dari orbit komunitas. Tolong anda tunjukan satu dialog antara penguasa orde baru dengan tokoh yg kritis. Apa Amien Rais pernah minum teh bersama Soeharto?
Apa tindakkan penembakan serta pembantaian ulama dan umat Islam Tanjung Priuk lebih baik daripada sanksi Perppu 2/2017?
Apa tindakkan penangkapan para da'i dan ulama yg kritis lebih baik dari sanksi Perppu 2/2017?

Prof, menegakkan hukum demi langgengnya NKRI itu wajib hukumnya. Perppu 2/2017 hadir karena sudah lahir kelompok/ormas yg ingin merubah ideologi Pancasila. HTI ingin merubah Indonesia menjadi Negara khilafah, dan didukung oleh PKS, FPI dan kelompok sakit hati lainnya. Apa itu harus dibiarkan?
Sementara, era orba, ada orang yg hanya menginginkan keadilan sosial bisa hilang atau dipenjara tanpa pengadilan, karena sanksi UU Subversif. Padahal penerapan keadilan sosial tercantum dalam Pancasila.

Jangan paksa Jokowi menjadi Soeharto. Jumlah penduduk Indonesia bisa berkurang 7 juta nantinya. Pahamkan Prof...?? 
Seruput dulu kopinya prof. Bukan kopi sachet kok, tapi buatan Jessica. (Sumber: Facebook Riza Iqbal)

Thursday, October 26, 2017 - 23:30
Kategori Rubrik: