Tanggal 4 November Anda Ikut Siapa? Mbah Hasyim, Kyai Ahmad Dahlan apa Habib Rizieq?

Oleh : Alif Kholifah

Hari ini sudah tanggal 30 Oktober, atau kurang 5 hari dari rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh kelompok yang mengaku mewakili umat Islam. Mengapa disebut kelompok yang mengaku? Karena sebenarnya jauh lebih banyak umat Islam yang tidak setuju rencana demonstrasi 4 November tersebut. Sementara yang ngotot untuk tetap melakukan demo 4 November ya kelompok Front Pembela Islam pimpinan Habieb Rizieq. Tidak ada yang lainnya. Mereka berusaha mengkonsolidasikan diri dan menggalang kekuatan.

Yang jelas, akan banyak yang turut demo tanggal 4 November itu tidak faham apa yang mereka lakukan. Pertama, anak-anak yang dibawah usia 23 tahun rata-rata bila ditanya tujuan demo ya akan jawab penjarakan ahok sebab sudah menistakan Islam. Namun bila diteruskan dengan pertanyaan lanjutan menista yang bagaimana? Saya jamin keringat dingin keluar dari badan mereka tanpa keluar jawaban apapun. Kedua, anak-anak muda yang butuh uang meski cuman buat beli rokok. Faktanya banyak pendemo yang mereka ngincar uang transport. Bahkan ada yang memanfaatkan untuk jalan-jalan ke Jakarta.

Yang kemudian sudah turut konfirmasi hadir Fadli Zon dan Fachri Hamzah yang seperti kita tahu lebih suka ngurusi urusan yang bukan urusannya. Mereka berdua harusnya di DPR turut bertanggungjawab atas tidak selesainya target pembahasan 50 RUU hanya selesai 9 undang-undang saja. Dan keduanya diam tanpa ikut mencak-mencak mengapa DPR tak bisa menyelesaikan pekerjaannya.

Apalagi Fachri Hamzah, pria kader PKS yang tak tahu malu. Sudah dipecat dari partainya tapi tetap nongkrong di senayan karena kalau nuruti perintah partai, anak bini mau makan apa?

Rencana demo 4 November itu tergambar jelas dalam poster serta diunggah oleh situs habibrizieq.com yang juga nama pimpinan FPI. Rizieq ini pula yang memimpin demonstrasi 14 Oktober lalu. Dalam sebuah rekaman yang mudah kita temukan di youtube jelas, yel-yel mereka berisi kata-kata hujatan yang sangat dijauhi oleh Rasulullah SAW.

Alhamdulillah, Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah 2 organisasi keagamaan terbesar di Indonesia sudah resmi menyatakan melarang umatnya mengikuti demonstrasi 4 november mendatang. Kedua ormas ini faham, demo 4 November rentan bahkan rawan dimanfaatkan oleh tangan-tangan yang ingin menghancurkan persatuan, keutuhan maupun kebangsaan Indonesia. Bahkan Habib Syeikhon Al Bahar (status FB jamaah beliau) mengungkapkan bahwa aksi 4 November rawan disusupi PKI, organisasi terlarang di Indonesia.

KH Said Aqil Siradj sebagai Rais Aam PBNU melarang warga NU apalagi badan otonom NU ikut dalam rencana demonstrasi pada 4 November mendatang. Pertimbangan organisasi yang dibentuk oleh KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) ini yaitu Surat Ali Imran 103 yang artinya “berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah dan jangan berpecah belah”. NU memprediksi demonstrasi 4 November mendatang berpotensi memecah belah umat.

Sementara Muhammadiyah mengungkapkan dalam salah satu pernyataannya yakni “menjauhkan diri dan tidak melakukan hal-hal yang anarki, kekerasan, permusuhan, kebencian, dan konflik yang merugikan kehidupan bersama”.  Organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini memprediksi demo tanggal 4 November berpotensi hal negative dan minimal akan menimbulkan kebencian.

Jadi, semuanya menjadi jelas. Pikirkan kembali tentang demonstrasi 4 November mendatang. Anda mau ikut mbah Hasyim, Kyai Ahmad Dahlan atau Habib Rizieq?

                                                                        

Tanggal 4 November Anda Ikut Siapa? Mbah Hasyim, Kyai Ahmad Dahlan apa Habib Rizieq?

Hari ini sudah tanggal 30 Oktober, atau kurang 5 hari dari rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh kelompok yang mengaku mewakili umat Islam. Mengapa disebut kelompok yang mengaku? Karena sebenarnya jauh lebih banyak umat Islam yang tidak setuju rencana demonstrasi 4 November tersebut. Sementara yang ngotot untuk tetap melakukan demo 4 November ya kelompok Front Pembela Islam pimpinan Habieb Rizieq. Tidak ada yang lainnya. Mereka berusaha mengkonsolidasikan diri dan menggalang kekuatan.

Yang jelas, akan banyak yang turut demo tanggal 4 November itu tidak faham apa yang mereka lakukan. Pertama, anak-anak yang dibawah usia 23 tahun rata-rata bila ditanya tujuan demo ya akan jawab penjarakan ahok sebab sudah menistakan Islam. Namun bila diteruskan dengan pertanyaan lanjutan menista yang bagaimana? Saya jamin keringat dingin keluar dari badan mereka tanpa keluar jawaban apapun. Kedua, anak-anak muda yang butuh uang meski cuman buat beli rokok. Faktanya banyak pendemo yang mereka ngincar uang transport. Bahkan ada yang memanfaatkan untuk jalan-jalan ke Jakarta.

Yang kemudian sudah turut konfirmasi hadir Fadli Zon dan Fachri Hamzah yang seperti kita tahu lebih suka ngurusi urusan yang bukan urusannya. Mereka berdua harusnya di DPR turut bertanggungjawab atas tidak selesainya target pembahasan 50 RUU hanya selesai 9 undang-undang saja. Dan keduanya diam tanpa ikut mencak-mencak mengapa DPR tak bisa menyelesaikan pekerjaannya.

Apalagi Fachri Hamzah, pria kader PKS yang tak tahu malu. Sudah dipecat dari partainya tapi tetap nongkrong di senayan karena kalau nuruti perintah partai, anak bini mau makan apa?

Rencana demo 4 November itu tergambar jelas dalam poster serta diunggah oleh situs habibrizieq.com yang juga nama pimpinan FPI. Rizieq ini pula yang memimpin demonstrasi 14 Oktober lalu. Dalam sebuah rekaman yang mudah kita temukan di youtube jelas, yel-yel mereka berisi kata-kata hujatan yang sangat dijauhi oleh Rasulullah SAW.

Alhamdulillah, Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah 2 organisasi keagamaan terbesar di Indonesia sudah resmi menyatakan melarang umatnya mengikuti demonstrasi 4 november mendatang. Kedua ormas ini faham, demo 4 November rentan bahkan rawan dimanfaatkan oleh tangan-tangan yang ingin menghancurkan persatuan, keutuhan maupun kebangsaan Indonesia. Bahkan Habib Syeikhon Al Bahar (status FB jamaah beliau) mengungkapkan bahwa aksi 4 November rawan disusupi PKI, organisasi terlarang di Indonesia.

KH Said Aqil Siradj sebagai Rais Aam PBNU melarang warga NU apalagi badan otonom NU ikut dalam rencana demonstrasi pada 4 November mendatang. Pertimbangan organisasi yang dibentuk oleh KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) ini yaitu Surat Ali Imran 103 yang artinya “berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah dan jangan berpecah belah”. NU memprediksi demonstrasi 4 November mendatang berpotensi memecah belah umat.

Sementara Muhammadiyah mengungkapkan dalam salah satu pernyataannya yakni “menjauhkan diri dan tidak melakukan hal-hal yang anarki, kekerasan, permusuhan, kebencian, dan konflik yang merugikan kehidupan bersama”.  Organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini memprediksi demo tanggal 4 November berpotensi hal negative dan minimal akan menimbulkan kebencian.

Jadi, semuanya menjadi jelas. Pikirkan kembali tentang demonstrasi 4 November mendatang. Anda mau ikut mbah Hasyim, Kyai Ahmad Dahlan atau Habib Rizieq?**

                                                                        

Sunday, October 30, 2016 - 14:30
Kategori Rubrik: