Tangga Menggapai Istiqamah

Ilustrasi

Oleh : Iik Fikri Mubarok

Membaca tulisan salah satu Pesbuker Lurus Gus Fahmi Ali N H tentang wiridan setelah Shalat Maktubah ( Fardlu ) saya jadi inget dengan Guru saya yang merupakan Pesbuker Lurus juga yakni Gus Robert Azmi.

Dulu beliau sering dawuh menasihati murid-muridnya termasuk saya bahwa amalan yang sedikitpun jika dilakukan dengan istiqamah akan ngeramat ( keluar karomahnya ), entah itu amalan vertikal( Hubungan manusia dengan Tuhan) maupun amalan Horizontal ( hubungan kemanusiaan ).

Beliau melanjutkan, walaupun di setiap sehabis shalat maghrib kita hanya bisa membaca Shalawat 100 atau bahkan 10 kali saja, namun jika dilakukan dengan istiqamah pasti suatu saat akan ngeramat. Atau pada setiap sehabis shalat 5 waktu (maktubah) kita membaca istighfar atau tasbih atau takbir atau tahmid atau tahlil hanya 100 kali atau bahkan 10 kali, namun jika dilakukan dengan istiqamah pasti ia akan ngeramat atau menjadi karomah bagi dirinya.

Lalu saya nyeltuk bertanya kepada beliau, " bagaimana jika kita membacanya tidak ikhlash entah karena ria atau karena keterpaksaan ?".

Lalu beliau menjawab, "tidak apa- apa, karena ria atau merasa terpaksa itu akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu karena keistiqamahan kita. Istiqamah itu bisa menghilangkan ria dan rasa terpaksa. Tapi ya begitu kang-kang semua, istiqamah itu luar biasa beratnya, jika kalian sudah melewati tahap istiqamah maka kalian akan menemukan tahapan sabar, jika tahapan sabar pun sampean sudah melewatinya maka kalian akan menemukan tahapan ikhlash.

Dan jika kalian sudah melewati tahapan ikhlash maka kalian akan menemukan tahapan khusyu' dan jika tahapan Khusyu' juga sudah kalian lewati maka kalian baru akan menemukan tahapan Hubb ( Cinta ) jika kalian sudah melewati tahapan Hubb maka jangan Coba-coba hati dan pikiran kalian terbersit sesuatu yang lain dari -diluar - Gusti Allah, karena kalian bisa dibantai habis seketika itu Juga oleh Gusti Allah, karena kalian dianggap telah menghianati CintaNya. Tapi ya begitu kang-kang semua, untuk kelas kita ditahapan Istiqamah saja sudah cukup, jikapun mau naik ke tahapan yang lebih tinggi, maka cukupkanlah sampai ditahapan Ikhlash saja, jangan coba-coba memberanikan diri naik ketahapan yang diatasnya, karena jikapun kalian kuat menghadapi ujiannya namun belum tentu orang yang disekeliling kalian seperti orang tua atau keluarga kalian bisa menghadapinya dengan baik.

Pesan guru saya diatas memang benar, bahwa istiqamah itu sangat luar biasa beratnya, saya hanya baru tahap BELAJAR istiqamah. Mohon doanya.

Sumber : Status Facebook Iik Fikri Mubarok

Sunday, January 14, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: