Tangan Kami Semua Berlumur Darah

Oleh : Herry Tjahjono

Ini adalah duka yang tak perlu. Keberingasan massal itu memang biadab. Seperti kata Zon, ini akibat fanatisme berlebihan. Tapi siapakah yang ikut berperan melahirkan fanatisme berlebihan itu ?

Lalu di manakan fanatisme itu berakar dan sekaligus berlabuh ? Kebencian ! Kebencian adalah akar sekaligus muaranya. Kebencian itu meruyak bukan hanya di kalangan oknum supporter bola yang beringas dan biadab, tapi juga merebak dalam diri kita semua. Anak-anak kitapun tak luput. Semua tentu masih ingat dengan pawai jalanan anak-anak sambil meneriakkan bunuh Ahok tahun lalu.

Camkan, sekali anda bermain-main denagn kebencian - anda akan tercebur lingkaran setan kebencian. Akar dan muara kebencian itu akan membenamkan anda. Lalu kemanusiaan anda akan sirna.

Siapakan yang menyebarkan kebencian ? Siapa yang menanamkan kebencian di ranah politik ? Siapa yang menanamkan kebencian di ranah agama ? Di ranah pendidikan...bahkan di ranah keluarga ? Siapa...?

Jangan persempit soal kebencian ini pada oknum supporter sepak bola yang memang biadab. Tengoklah dada kita masing-masing. Masihkah kebencian itu akan kita dendangkan di tengah gaung slogan kampanye damai ?

Haringga, engkau adalah batu tapal peringatan tentang korban yang tak perlu, tentang korban kebencian (dan fanatisme). Engkau tak akan pernah dilupakan, sebab "tangan" kami semua juga berlumur darah. Berlumur darah...

Damailah bersama-Nya di sorga...

 

Sumber : facebook Herry Tjahjono

Monday, September 24, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: