Tanah Abang Kembali Semrawut

Ilustrasi

RedaksiIndonesia-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum punya solusi menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang kembali 'merajai' trotoar kawasan Tanah Abang. Ia justru menyebut PKL sudah berulah sebelum dirinya resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Ibu Kota Negara.

Anies memang memastikan bakal menertibkan PKL di kawasan pusat Jakarta itu. Namun, ia belum bisa memastikan langkah apa yang akan diambil, termasuk melibatkan Satpol PP atau tidak.

"Nanti caranya kita bicarakan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 24 Oktober 2017.

PKL kembali memenuhi badan jalan sekitaran Tanah Abang, Selasa 24 Oktober 2017/MI/Bary Fathahilah
Kawasan Tanah Abang sempat bersih dari PKL. Pemimpin sebelumnya, Joko Widodo-Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, tegas menertibkan parkir liar dan PKL, sejak menjabat pada 2012.

Mereka diberi lokasi parkir dan berdagang. Pasar Blok G Tanah Abang dipercantik Jokowi untuk ditempati PKL. Usaha Jokowi itu tak berbuah manis. Sepinya Pasar Blok G membuat para pedagang memilih kembali berjualan di jalan.

Penertiban kawasan pasar yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara itu dilanjutkan Ahok, ketika Jokowi terpilih sebagai presiden. Saat jadi Gubernur, Ahok dikenal galak. Ini membuat PKL takut berulah.

PKL kembali berani berjualan di jalan ketika tongkat kepemimpinan dipegang Djarot Saiful Hidayat yang menggantikan posisi Ahok. Namun, sebelum lengser, Djarot tergolong berhasil menggalakkan bulan tertib trotoar pada September 2017.

Kebijakannya sama: trotoar harus bersih dari PKL. Satpol PP DKI beberapa kali menertibkan, meski tetap ada acara kucing-kucingan antara aparat dan PKL.

Sayangnya, 'penyakit' PKL kembali kambuh di bawah kepemimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Trotoar Tanah Abang kembali dipenuhi PKL.

PKL kembali memenuhi badan jalan sekitaran Tanah Abang, Selasa 24 Oktober 2017/MI/Bary Fathahilah
Salah seorang pedagang di trotoar Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, bernama Hendarwan (37) menyadari berjualan di trotoar melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Namun, tak ada pilihan lain bagi Hendarwan yang harus menyekolahkan ketiga anaknya. Berjualan di trotoar lebih menjanjikan.

"Di sini, kita diam saja, sudah ada yang samperin," ucap Hendarwan, Senin 23 Oktober 2017.

Bulan tertib trotoar tak merisaukan mereka. Kawasan Tanah Abang kembali dipenuhi PKL dengan beragam jenis dagangan. Motor, bajaj, ojek daring, bahkan mikrolet kembali membuat sesak Pasar Tanah Abang.

Pedagang lainnya bernama Murni (29) mengaku lebih tenang berdagang di Tanah Abang sekarang setelah pergantian kepemimpinan. "Dulu kan gubernurnya suka marah-marah. Kalau yang sekarang kan janjinya enggak bakal menggusur. Doakan saja," tuturnya malu-malu..

Sumber : Metrotvnews.com

 

Wednesday, October 25, 2017 - 15:30
Kategori Rubrik: