Tambah Kasus Si Jumbo, Sudah memenuhi Unsur Pidana

ilustrasi

Oleh : Arry

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Henry Subiakto menyebut Rizieq Shihab kemungkinan dapat dipidanakan terkait ceramahnya di acara Maulid Nabi pada Sabtu, 14 November 2020, Petamburan, Jakarta Pusat.

Dalam acara tersebut diketahui Rizieq menyinggung peristiwa pemenggalan Prancis yang menurutnya dapat terjadi di Indonesia jika laporan-laporan para penista agama tak kunjung diproses oleh pihak kepolisian.
"Kepada pemerintah khususnya kepolisian, kita kasih tahu kalau tidak mau terjadi peristiwa seperti di Prancis penghina Nabi dipenggal, tolong kalau ada laporan penista-penista agama proses dong," ucapnya.
"Yang menghina Nabi menghina Islam, menghina ulama proses betul, kalau tidak diproses jangan salahkan umat Islam, kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan," sambung Rizieq.

Mantan ketua MK sekaligus akademisi Jimly Asshiddiqie juga turut mengomentari ucapan Rizieq tersebut.
Jimly menilai ucapan Rizieq tersebut bersifat menantang serta penuh dengan kebencian dan permusuhan, dirinya juga menyarankan aparat untuk menindak Rizieq sesegera mungkin.

 

"Ini contoh ceramah yg brsifat menantang & berisi penuh kebencian dan prmusuhan yg bagi aparat psti hrs ditindak. Jika dibiarkan provokasinya bisa mluas & melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yg msti dg hikmah & mau'zhoh hasanah," ucapnya.

Melalui akun Twitternya, Henry Subiakto pun mendukung pernyataan Jimly Asshiddiqie, menurutnya UU ITE bisa dipakai untuk memidanakan Rizieq.

"Saya setuju dg Prof Jimly Asshiddiqie, dan tweet2 saya ttg UU ITE sblm ini jg bisa dipakai utk melihat unsur2 pidana dr tindakan syiar kebencian ini," tuturnya.
Selain itu, Henry Subiakto menilai ucapan Rizieq dalam ceramah tersebut dapat merusak citra Islam di Indonesia.

Sumber : Status Facebook Arry

Friday, November 20, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: