Taliban

ilustrasi

Oleh : Asraf Husin

Taliban dibentuk di Afghanistan pada Sept 1994, Taliban dalam bahasa Arab berarti
" Mahasiswa ", taliban adalah kelompok jihad radikal yg oleh beberapa negara dimasukan kedalam kelompok teroris, adapun tujuan Taliban adalah mendirikan negara islam di Afghanistan dgn syariat islam, adapun bendera Taliban berlatar belakang putih dengan tulisan syahadat. Di Afghanistan bukan hanya ada kelompok Taliban saja tetapi ada juga kelompok Al Qaeda dan ISIS. Sampai sekarang Taliban terus berperang dgn pasukan pemerintah, taliban terus melakukan bom mobil, bom bunuh diri, dan pembunuhan yg tdk sejalan dgn mereka , menurut laporan terbaru dari Special Inspector General For Afghanistan Reconstruction ( SIGAR ) pd 2018 mengatakan bahwa 45% wilayah Afghanistan dikuasai oleh Taliban.
Taliban pernah berkuasa di Afghanistan antara tahun 1996 sampai dgn 2001dan Afghanistan era Taliban dideklarasikan dgn nama " The Islamic Emirate Of Afghanistan ".
Apakah selama Taliban berkuasa rakyat Afghanistan menjadi senang dan bahagia ? teryata tidak, rakyat afghanistan menjadi tertindas dgn aturan/Undang2 yg Taliban buat yg mengatas namakan syariat islam, terutama para wanitanya yg diberlakukan seperti sampah.
Dibawah ini sedikit secara singkat aturan/UU yg Taliban berlakukan selama mereka berkuasa atau terhadap daerah yg mereka kuasai.

- Dilarang mendengarkan lagu, radio, menonton TV, kebioskop, internet, flash disk komputer, main kartu, main catur.
Bagi siapa yg melanggar aturan ini seperti mendengarkan radio, musik dan menonton TV maka rumahnya langsung ditembak, dilempar granat, dibunuh semua. Kata Taliban itu pengaruh kafir orang barat.

- Kaum perempuan diatas umur 10 tahun dilarang sekolah, bahkan sama sekali perempuan tidak boleh sekolah.
Tentu kita masih ingat dgn cerita perempuan kecil yg bernama Malala Yousafzai, Malala lahir di Mingora Lembah SWAT Pakistan, tetapi Lembah SWAT ini dikuasai Taliban, dan oleh Taliban dibuat aturanlah anak perempuan tdk boleh sekolah, tetapi Malala melawan. Pada 9 Okt 2012 sebuah Truk yg dimodifikasi sbg Bus sekolah sedang membawa sejumlah murid perempuan pulang dari sekolah mereka, tiba2 bus itu dihadang oleh dua laki2 muda bersenjata dari Taliban, salah satunya menaiki belakang truk itu, lalu bertanya " yg mana Malala ? " Pemuda Taliban itu kemudian menembak Malala 2 kali, mengenai kepala dekat mata kirinya dan mengenai lehernya dan Malalapun roboh bermandikan darah hanya karena ingin sekolah.
Pada 16 Des 2014, Taliban menyerang sekolah di Pakistan dan 142 tewas, termasuk 132 anak2.

- Perempuan dilarang bekerja, dipaksa harus mengenakan baju panjang dan cadar meskipun didalam rumah, kepasar atau belanja ditabukan, tidak diizinkan keluar rumah tanpa didampingi saudara lelaki atau suami.
Berita pada 2016 , Seorang wanita bercadar Afghanistan berusia 30 th tewas dibunuh oleh segerombolan pria bersenjata saat memasuki kota untuk berbelanja di provinsi Sar E Pul, para pembunuh beralasan wanita itu pergi sendiri , adapun wanita itu pergi sendiri karena suaminya sedang berada di Iran , wanita tsb dibunuh dgn cara di pancung oleh para gerombolan pria bersenjata didesanya di Latti yg dikuasai oleh milisi Taliban.

- Diberlakukan hukum rajam dan potong tangan.
Pada 2015 di Prov Ghor, Rokhsana ( 19 th ) ditangkap atas perintah kelompok Taliban ketika hendak melarikan diri dgn pria kekasih sebayanya yg menjadi pilihannya, ia sebelumnya sudah dipaksa menikah dgn seorang pria yg lebih tua, mereka ditangkap didaerah yg dikuasai Taliban , mereka secepat kilat diadili dan diputuskan wanitanya dihukum rajam sampai mati, dituduh zinah, dikubur hingga lehernya dan dikelilingi oleh pria , wanita tsb kemudian dihukum rajam dgn dilempari batu sampai mati, sedangkan pacarnya dihukum cambuk.
Sebelumnya pd 2011, seorang ibu dan putrinya di Prov Ghazni di hukum rajam sampai mati oleh Taliban, dituduh melakukan tindak kemerosotan moral dan perselingkuhan.

- Demokrasi haram.
Jika ketahuan ikut Pemilu di Afghanistan, ikut Pilpres di Afghanistan, maka jika ketahuan Taliban maka akan dipotong jari tangannya, Taliban melihat bekas tinta dijari tangan, pada Pemilu 2014, 6 jari tangan yg dipitong Taliban karena ikut Pemilu, karena Taliban mengharamkan Pemilu, demokrasi.

Fakta menyebutkan, setelah Taliban tidak berkuasa lagi pd 2001, rakyat Afghanistan senang, rakyat Afghanistan sendiri ingin Taliban, Al Qaeda dan ISIS musnah dari negara mereka, tetapi kenyataannya sampai saat ini Taliban terus meneror dgn pembunuhan, terus berperang melawan pasukan pemerintah dan ingin kembali berkuasa di Afghanistan dgn misinya mendirikan negara islam.

Apakah dinegara kita Indonesia kelompok dgn ideologi sama seperti Taliban ini ada ?
Dinegara kita kelompok yg berideologi sama dgn Taliban itu ada, seperti HTI, JAD, JAT, dll.
Jika tidak ingin kelompok Taliban ini berkuasa dinegara kita Indonesia maka kita tidak boleh diam, kita harus lawan mereka dan jgn pernah anggap enteng bahwa mereka itu kelompok kecil, jika didiamkan dan dianggap remeh maka mereka akan menjadi besar , coba kita ingat bahwa Hizbut Tahrir itu hanya didirikan oleh satu orang dan teryata sekarang sudah ada banyak cabangnya diegara2 dunia, Hizbut Tahrir itu hanya dibawa oleh satu orang masuk ke Indonesia dan sekarang pengikutnya sudah banyak.

Dengan Dasar Negara kita Pancasila yg digunakan sbg pedoman dlm kehidupan berbangsa dan bernegara, rakyat sudah tenang, aman, damai dan bertoleransi agama.
Mari kita jaga dan pertahankan pancasila, kita rawat ke Bhinnekaan dari kelompok2 teroris ini.
Kami tidak perlu negara agama , kami sudah punya Pancasila.

SALAM DAMAI.
#LAWANRADIKALISME.
#LAWANTERORISME.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Monday, November 11, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: