by

Taliban dan Afganistan

Oleh : Suratno Muchoeri

Banyak pengamat di Indonesia yang memandang Taliban sekarang sudah berubah: lebih milenial dan terbuka. Berbeda dengan 20 tahun lalu. Taliban akan menjadikan Afghanistan negara yang lebih aman, nyaman dan menghargai hak2 perempuan serta menghindari kekerasan/perang.Pandangan itu sah2 aja.

Tapi ya, nggak akan segampang itu Rudolfo! Ini catatan saya Esmeralda!

–Perubahan orang (dalam hal ini beberapa tokoh di Taliban) tidak selamanya linear dengan perubahan gerakan (Taliban) secara umum & menyeluruh

–Memang Taliban menolak khilafah ISIS, menolak khilafah tahriiyah/Hizbut Tahrir dll, tapi rekam-jejak ekstrimisme-kekerasan masa lalu mereka kita sudah tahu lah (yang terkenal ya mereka menembak Malala & menyerang rumah sakit bersalin).

–Taliban juga tidak mau ada pemerintahan transisi melainkan mau langsung membentuk pemerintahan Imarah Islam (ke-emiran) tersendiri. Jika mau berubah tentu rekonsiliasi butuh amnesti besar2an. Ini nggak gampang & bisakah ragam elemen di negara itu yang sudah pecah & konflik begitu lama akan percaya begitu saja?

–Memang Taliban ada beberapa faksi, tapi faksi2 ekstrim seperti Al-Qaeda bisa jadi potensi yang menghalangi perubahan Taliban. Al-Qaeda memang tidak setuju foreign-fighters (tidak mengundang orang negara lain untuk bergabung), tapi itu juga sebenarnya ada kelebihan dan kelemahannya.

–Taliban & Afghanistan bukan fenomena yang berdiri sendiri tapi jadi bagian (penting) dari “kontestasi” politik global: Amerika, China, Iran, Saudi, Turki, India, Pakistan, negara2 Eropa dan pihak2 lain yang berkepentingan. Jadi urusannya bukan sekedar rekonsiliasi internal/domestik tapi juga deal2 dengan/dilevel internasional.Terus gimana? Menurut saya, perubahan Taliban itu ya ada harapan, tapi jaminannya belum cukup. Akan seperti apa nantinya, let us wait and see. Surely time will tell.

Danke

Sumber : Status Facebook Suratno Muchoeri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed