Takut Olahraga Berat?

 

Oleh: Alia Shahnaz

WHO menyatakan bahwa hanya 1 dari 4 orang dewasa yg cukup latihan fisik, sisanya 75% populasi kekurangan olahraga. WHO menyarankan minimal 150 menit per minggu latihan moderat (sebanding jalan tergesa2/jogging pelan) atau kira2 30 menit per hari dg istirahat dua hari dalam seminggu.

Tapi doc Ashraf olahrga aktif malah mati muda? Kasus Ashraf adalah kasus yg jarang. Beliau diperkirakan mengalami serangan jantung jenis cardiac arrest (serangan jantung mendadak karena listrik jantung konslet). Jantung beliau kemungkinan besar sangat sehat dan normal. Shg kemungkinan serangan jantung krn sumbatan (heart attack) itu sangat kecil. Konslet listrik jantung bisa terjadi pada siapapun. 

 

 

Faktor yg berpengaruh adalah usia (semakin tua semakin beresiko). Bayangkan kemungkinan mobil anda yg sudah berusia 40 tahun lebih untuk mogok sewaktu2! Kedua adalah kelelahan (fisik dan mental) extreme. Ini bisa memicu sirkuit listrik jantung konslet tiba2. Faktor lain adalah genetik. Ada orang2 tertentu yg secara genetik memiliki kecenderungan gangguan listrik jantung.

Dari faktor2 tsb yg bisa dihindari adalah kelelahan extreme fisik dan mental. Berolahraga apapun mesti disesuaikan/ disinkronkan dg kelelahan mental. Saat mental sudah lelah jangan memforsir juga fisik. Cukup berolahraga ringan hingga moderat. Saat mental lagi longgar kita lebih bebas untuk memforsir fisik. Lihatlah para atlit yg latihan berat sepanjang hari sangat jarang yg mengalami serangan jantung. 

Sedangkan serangan jantung disebabkan sumbatan arteri koroner /heart attack adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Faktor resiko serangan jantung jenis ini : merokok, hipertensi, cholesterol, kurang olahraga, obesitas dan diabetes. Faktor lain : stress dan alkohol. Jadi cukup jelas olahraga yg cukup tidak membahayakan jantung. Sedangkan olahraga berlebihan sedikit sekali menambah resiko serangan jantung jenis heart arrest spt alm. Ashraf apabila tidak ditambah beban pikiran yg cukup banyak. Jikapun olahraga berlebihan plus beban mental berat resikonya tetap jauh lebih kecil daripada faktor2 resiko diatas spt ; obesitas, diabetes, merokok, dll.

So, tidak perlu khawatir berolahraga ya!!! Resikonya amat sangat kecil sedangkan manfaatnya luar biasa. Yuk semangat lagi..

Kalau kami sekeluarga kebetulan suka berlari. Sebutan yg benar adalah jogging yaitu berlari tetapi dengan kecepatan tidak terlalu tinggi. Walking/jalan kaki: kecepatannya sekitar 4-6 km/jam, jogging: berlari dg kecepatan sekitar 7-10 km/jam sedangkan berlari/running: kecepatan 10 km/jam ke atas.

10 manfaat berlari (jogging/running) dan olahraga cardio yg lain :

1. Membuat bahagia; pelari adalah orang yg bahagia dan berlari membuat mereka semakin bahagia. Amat jarang orang yg ngenes mau berlari, kecuali berlari dari kenyataan.
2. Memperkuat paru2 : paru2 yg kuat memiliki kemampuan menyerap oksigen jauh lebih besar. Usia panjang sangat berhubungan dg kekuatan paru2. 
3. Mencegah tekanan darah tinggi : hipertensi adalah salah satu penyebab kematian dini yg paling berbahaya. 
4. Memperkuat imun shg terhindar dari sakit. 
5. Kontrol berat badan, hingga tua kita bisa memiliki berat badan ideal. 
6. Memperkuat kaki, penopang tubuh kita.
7. Menyembuhkan stres.
8. Memperkuat tulang.
9. Memperkuat sendi dan keseimbangan. 
10. Meningkatkan rasa percaya diri.

(Sumber: Facebook Alia Shahnaz)
Sunday, February 23, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: