Tak Sembarang Kirim Broadcast Ucapan Selamat Hari Raya

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Sejak kemarin di WA mulai banyak broadcash permohonan maaf. Entah maaf untuk apa. Kirimannya juga panjang-panjang ada "mengingat, menimbang, memutuskan" segala.

Broadcast adalah sebuah metode pengiriman data, dimana data dikirim ke banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak, atau tanpa memperhatikan pakah data itu sampai atau tidak.

Menerima kiriman seperti itu daripada ingin memaafkan malah bikin jengkel. Karena memenuhi data hp alias nyampah. Kalau memang ada salah, ya sampaikan atas kesalahan apa. Sebutkan nama yang Anda tuju. Tidak perlu bertele-tele.

"Mas Joko maaf sepanjang tahun saya menjelekan sampean", misalnya. Permohonan maaf itu harus تعيين, jelas sfesifik. Kecuali jika sekedar basa-basi untuk orang yang dihormati atau menjaga silaturahmi. Untuk tujuan terakhir ini setidaknya sebut nama.

"Pak Prabowo selamat hari raya minal aidin walfaizin, selamat atas pencapresan yang ke 4 kalinya", misalnya.

Sama seperti sehabis salam solat, kemudian wiridan, orang-orang menyalami kita (musofahah) tanpa melihat wajah. Menyalami tapi wajah yang nyalami nenghambur kemana-mana. Membuat dua kesalahan, mengganggu kekhusuan dzikir dan wiridan, kedua menyepelekan orang lain.

Meminta maaf itu dari lubuk hati, kalau sekedar broadcast artinya kita hanya basa basi. Saya kira ini etika dasar seperti kita ingin diperlakukan sehari-sehari; dalam komunikasi dua arah baik tatap muka atau tidak, ada penghormatan, respect dan empati.

Selamat hari raya idul fitri.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Thursday, June 14, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: