Tak Ada yang Berubah

ilustrasi
Oleh : Herry Tjahjono
 
Saya ingin menulis tentang Ahok murni dari sisi profesionalitas. Dalam hal ini, tak bisa dipungkiri - dia kompeten dan punya integritas.
Tapi di balik dua karakter itu, Ahok punya kelebihan lain - yaitu nyali. Nyali rajawali, yang selalu siap mendobrak ketidakberesan di sekitarnya - apapun itu. Dalam konteks inilah saya melihat kenapa dia kembali berteriak kencang soal Pertamina.
Dia juga masih tak bebas dari gaya lamanya, berkata apa adanya, bahkan tetap cenderung keras dan apa adanya. Sekilas tetap terkesan dia tak memikirkan resiko apapun.
Nampaknya semua faktor itu memang sudah jadi semacam "paket" kepribadiannya : integritas, kompetensi, nyali, blak-blakan. Dia tetap menjadi buldoser, seperti dulu. Tak ada yang berubah.
Saat dia berteriak, saya sempat berpikir : kenapa mesti koar-koar ? Beresi saja di dalam, itu kan tugas dia sebagai Komut..
Tapi nampaknya dia memang difungsikan sebagai buldoser.
Apakah kita memerlukan buldoser ? Ya jelas. Soal ada ekses dari bergeraknya buldoser itu, ya kita harus mengantisipasinya. Itu saja kok.
By : HT
 
Sumber : Status facebook Herry Tjahjono
Sunday, September 20, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: