Tak Ada Hari Libur bagi Wamen ESDM Arcandra Tahar

Oleh: Niken Satyawati

Sabtu (6/5/2017) agaknya menjadi hari yang istimewa bagi segenap civitas akademika Universitas Sebelas Maret termasuk saya khususnya, karena mendapat kesempatan dikunjungi Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Wamen memberikan kuliah umum yang diadakan Fakultas Teknik di kampus UNS Kentingan, yang berlangsung pagi hingga siang hari.

Sembari menunggu terbang kembali ke Jakarta sore harinya, beliau mengunjungi beberapa tempat untuk bertemu handai taulan. Saya salah satu yang beruntung bisa ikut menemui beliau. Wajah dan pandangan mata yang ramah dan bersih bercahaya, bahasa tubuh yang halus dan sopan, nada bicara, pemilihan setiap kata dan kedalaman pemikirannya menunjukkan beliau adalah orang yang benar-benar lurus dan kompeten di bidangnya. Kiranya tak salah Presiden Jokowi memilih beliau menduduki posisinya sekarang. Satu jam dengan Wamen Arcandra Tahar rasanya tak cukup untuk mendengar kisah beliau dalam menjalankan tugasnya membantu Menteri Jonan memandegani Kementerian ESDM.

 

Telah menjadi rahasia umum, Kementerian ESDM sejak lama menjadi sarang mafia. Di kementerian ini setiap harinya sudah biasa membicarakan dana dengan nominal ratusan juta. Bukan ratusan juta rupiah melainkan ratusan juta dolar AS yang dirupiahkan mencapai triliunan. Banyak pihak yang bermain dalam setiap proyek. Dan salah satu tugas duo Jonan-Arcandra adalah membersihkan ESDM dari tikus-tikus yang demi kepentingan pribadinya mengincar cipratan dana dari proyek-proyek yang ada. Jonan-Arcandra bekerja keras agar negara dan rakyat Indonesia mendapatkan haknya.

Dan itu bukan kerja main-main. Mereka harus berhadapan dengan berbagai trik yang dimainkan para tikus dengan memanfaatkan setiap celah yang ada. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi sehari-hari. Yang skala kecil main berkas hingga prosedur. Yang skala besar dan sulit dilawan adalah yang sudah bermain hingga level peraturan perundangan. Mengubah peraturan tentu butuh waktu yang tak sebentar dan tentu biaya yang tidak sedikit.

Permainan di ESDM “lucu-lucu”. Wamen mencontohkan, saat berkunjung ke sebuah institusi di mana orang mengurus perizinan, pejabat setempat mengusulkan tempat itu direnovasi menjadi lebih bagus agar orang yang mengurus perizinan merasa nyaman. “Saya bilang nggak usah direnovasi. Dihilangkan saja sekalian, biar orang mengurus perizinan secara online. Dengan demikian tak ada kesempatan silaturahmi, karena di situ biasanya dimanfaatkan untuk deal-deal tertentu. Sementara kalau online orang tak perlu menguras waktu dan biaya, bahkan bisa melihat perjalanan pengurusan izin yang diajukan sampai di mana.” Usulnya membuat pejabat setempat terbelalak.

Didera pekerjaan bertubi-tubi dan masalah dalam Kementerian ESDM, Jonan-Arcandra tak sedikitpun gentar. Hingga nyawa mereka siap mempertaruhkan untuk NKRI. Ancaman demi ancaman biasa mereka terima, dan kadang cukup meresahkan bila mengingat keluarga pun bisa ikut kena eksesnya. Sehingga kini kemana-mana mereka harus dalam pengawalan aparat keamanan.

Sebagai Wamen ESDM, Pak Arcandra meniru gaya Pak Jokowi, memastikan semua proyek berjalan dengan baik. Maka tak segan dia wira-wiri kesana-kemari setiap hari. Dalam seminggu dia bisa berada di beberapa negara, pulau dan provinsi berbeda yang letaknya berjauhan satu sama lain. Satu pekan sebelum datang ke Solo, Wamen habis datang dari luar negeri dan kemudian melakukan perjalanan ke sejumlah provinsi di luar Jawa. Sebelum berangkat ke Solo, dia sempat diperiksa dokter dan sang dokter menyatakan dia terkena bronchitis. Untuk itu dia harus diinfus. “Saya minta jangan lama-lama diinfusnya. Dokter menginformasikan seperempat jam saja. Ternyata suster bilang kamar sudah disediakan, akhirnya pasrah diinfus 2 jam,” ujar Pak Arcandra.

Dalam keadaan yang sebenarnya kurang sehat, beliau tetap pergi ke Solo. Dan dia harus segera balik ke Jakarta karena Minggu pagi harus ikut meeting. Wamen tetap bekerja walau hari Minggu. “Presiden saja kerjanya seperti itu, masak saya harus mengeluh,” cetusnya. Wamen pun menyatakan kekagumannya atas kekuatan mental dan fisik Presiden Jokowi. “Saya usut, ternyata rahasianya beliau memanfaatkan saat perjalanan untuk istirahat. Masalahnya saya tidak bisa tidur kalau berada di dalam kendaraan,” tuturnya.

Tanpa terasa, satu jam berlalu dengan cepat. Wamen harus segera menuju Bandara Adisumarmo. Saya pun hanya bisa mendoakan semoga beliau diberi kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara ini. 

Saturday, May 6, 2017 - 23:30
Kategori Rubrik: