Tahun 1 Jokowi II : Tak Surutkan Nyali Karena Pandemi

ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Saat ini memasuki tahun pertama kepemimpinan Jokowi  pada periode ke 2 tampuk kepemimpinan di Indonesia. Berbagai tantangan di tahun pertama telah dilewati dengan baik. Bahkan di akhir periode pertama, tambang Freeport yang tadinya dikuasai AS berhasil kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Ini bukan sebuah prestasi main-main karena meski sudah berganti 4 presiden, baru Jokowi yang bisa melakukannya.

Disisi lain, kelompok-kelompok pembenci tetap saja melakukan upaya penyesatan, fitnah bahkan penggulingan. Baik secara halus bahkan sangat kasar. Upaya penggagalan berbagai kebijakan Jokowi yang halus misalnya pada kebijakan penolakan lock down masa pandemi. Para pembenci presiden menyerukan tanpa lock down Negara tak akan berhasil menangani corona. Terbukti belum lama ini, WHO malah menyatakan tak menganjurkan lock down karena bukan tindakan solutif untuk meminimalisir Corona.

Pandemi Corona bukan perkara sederhana, namun benar-benar merontokkan banyak sendi dan utamanya ekonomi. Jika di negara lain bukan hanya menyebabkan pertumbuhan ekonomi minus bahkan diantaranya mengalami resesi. Kebijakan Jokowi dalam terobosan ekonomi saat pandemi membuktikan Indonesia mampu bertahan.

Lihat saja saat ini, meski pertumbuhan ekonomi masih minus namun masyarakat masih bisa melakukan aktivitas dengan baik. Kita tak mendengar ada kerusuhan, penjarahan, kelaparan hingga kematian yang tragis akibat tidak langsung dari kondisi ekonomi.

Meski demikian, menurut para pembenci Jokowi tetap saja yang dilakukan belum menunjukkan keberhasilan. Sebagian yang lain menuduh wabah ini adalah siasat buruk kapitalis. Diantaranya menyebut Corona hanya bualan saja bahkan ada yang menyebut ini akal-akalan pemerintah. Sudah beberapa orang ditangkap akibat menyebar hoax beberapa orang meninggal sengaja di corona-kan oleh tenaga medis.

Faktanya banyak yang meninggal karena terbukti terkena covid 19. Tenaga medis sendiri, baik perawat maupun dokter sudah lebih dari 100 orang yang meninggal. Disisi lain, cara pemerintah mempertahankan perputaran roda ekonomi cukup strategis baik dalam bentuk bantuan langsung maupun melalui BUMN. Kita lihat misalnya PLN menggratiskan biaya listrik bagi pelanggan 450 VA, Bank mengeluarkan restrukturisasi cicilan, Telkomsel memberikan bantuan pulsa untuk siswa serta berbagai BUMN lain ikut terlibat dalam implementasi.

Dari sektor pemerintah sendiri memberi bantuan PKH, BLT, UMKM, kartu Pra Kerja, ADD BLT dan masih banyak lagi. Kini, ekonomi Indonesia secara perlahan mulai kembali bergerak kea rah yang lebih baik

 

Thursday, October 22, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: