Tafsir Ormas vs Fakta Sejarah Islam

 

REDAKSIINDONESIA-Tafsir terhadap surat Al-Maidah 51 menjadi perdebatan di Indonesia bahkan dikalangan Ulama sendiri banyak tafsir berbeda terhadap makna ayat tersebut.
 
Terlepas dari perbedaan tafsir itu, baiknya sebagai perbandingan kita lihat apakah surat Al - Maidah 51 diberlakukan dalam memilih kepala daerah atau pemimpin di negara-negara Islam di Timur Tengah. Apakah benar ummat Muslim tidak boleh memilih non Muslim? Mari kita bandingkan:
 
*Perempuan Kristen Vera Baboun menjadi Gubernur di kota Betlehem di Palestina yang 90 % beragama Islam.*
 
*Perempuan Kristen Vebruniye Akyoel menjadi Walikota Mardin di Turki yang 97% warga negara nya beragama Islam.*
 
*Bahkan dalam perang Palestina-Israel, Yasser Arafat sebagai pemimpin PLO menunjuk George Habas seorang Kristen menjadi panglima perang, dan perundingan-perundingan penting Internasional juga PBB dipercayakan kepada Perempuan Kristen yaitu Hanan Asrawi.*
 
Peristiwa sejarah di atas adalah contoh yang terjadi dalam 30 tahun terakhir. 
Mari kita lihat lebih jauh ke masa lalu, apakah ada contoh dari  zaman Khilafah? Ini faktanya:
 
Menurut Syeikh Nadir atau Profesor Nadirsyah Hosen dari Monash University menguraikan fakta-fakta keterlibatan ummat non Muslim dalam struktur kepemimpinan di zaman Khilafah:  
 
Khalifah Mu’awiyah pernah mengangkat seorang pendeta Kristen yaitu pendeta Jhon dari Damaskus menjadi Bendahara. 
 
Di zaman Sultan Buwayhiyah, menteri luar negeri dan pertahanannya juga beragama Kristen. 
 
Sementara di era kekuasaan Khalifah ‘Abbasiyah ke 16 al-Mu’tadhid seorang Kristen bernama ‘Umar bin Yusuf diangkat sebagai Gubernur Provinsi al-Anbar Irak. 
 
Nashr bin Harun yang beragama Kristen dipercaya menjadi Perdana Menteri (kepala pemerintahan) di masa ‘Adud ad-Daulah pada tahun 949-982 M oleh Penguasa terbesar Dinasti Buyid di Iran.
 
*Bagaimana tafsir surat Al-Maidah 51 dalam pilkada di Indonesia?*
 
Apakah Al-Maidah 51 berlaku umum  bagi semua Partai Islam dalam semua Pilkada atau hanya berlaku khusus untuk Pilkada di DKI Jakarta yang APBD-nya Rp. 70 Trilyun per tahun?
 
Mungkin fakta-fakta di bawah ini bisa menjawab pertanyaan tersebut.
 
*1)* Tahun 2012, PKB mengusung dan sukses memenangkan pasangan cagub-cawagub Cornelis (petahana) dan Christiandy Sandjaya, keduanya Nasrani, di Pilgub Kalimantan Barat yang mayoritas penduduknya (59%) beragama Islam. 
 
*2)* Tahun 2015, PKS dan PKB nekad mengusung dan memenangkan seorang Pendeta Kristen-Tionghoa, Thes Hendrata, di pilbup Kabupaten Kepulauan Sula yang mayoritas penduduknya (96.94%) beragama Islam. Dua pasang kandidat lawannya seluruhnya beragama Islam.
 
*3)* Tahun 2015, PKB mengusung dan memenangkan Danny Missy (Kristen) di pilbup Halmahera Barat.
 
*4)* Tahun 2017, PKS, PAN dan PBB mengusung Paulus Kastanya (Kristen) di pemilihan walikota Ambon.
 
*5)* Calon Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy, perempuan (Kristen) diusung oleh PPP, PKS, PKB.
 
*6)* Calon bupati Kab. Seram bagian barat, Samson Atapari (Kristen) didukung PKS
 
*7)* Calon walikota Kupang Jefry Riwu Kore (Kristen) diusung oleh PAN dan PPP.
 
*8)* Calon Bupati Mentawai Yudas-Kortanius (Kristen) diusung oleh PAN, PBB, PKS.
 
Jelas dari apa yang diuraikan di atas semakin tampak bahwa tafsir ormas tertentu yang mengharamkan memilih pemimpin non Muslim pada faktanya ternyata berbeda dengan fakta-fakta sejarah Islam sejak zaman Khilafah hingga hari ini.
 
Beranikah ormas tertentu mengatakan yang dilakukan Yasser Arafat dan para Kahlifah itu salah?, Beranikah mereka mengatakan bahwa rakyat Palestina dan Turki yang memilih non muslim itu ‘Kafir'? 
 
Fakta-fakta di atas jelas menunjukan bahwa tafsir ormas tertentu itu atas pelaksanaan surat Al-Maidah 51 berbeda dengan keputusan-keputusan Ummat Islam di berbagai negara Islam di Timur Tengah, berbeda dengan keputusan Khalifah di zaman Khilafah dan bahkan juga berbeda dengan keputusan sekian banyak partai Islam  di Indonesia.
 
Dari fakta-fakta tersebut di atas, tafsir yang mana dari surat Al-Maidah 51 yang benar? Tafsir ormas atau keputusan Rakyat Libanon dan Turki? Tafsir ormas atau keputusan Yasser Arafat dan Tentara Pembebasan Palestina? Mana yang benar, tafsir ormas atau keputusan para Khalifah di zaman Khilafah? Mana yang benar, tafsir ormas atau keputusan partai-partai Islam seperti PKS, PBB, PAN, PPP dan PKB?
 
Apakah ormas itu yang benar dan semua yang lain adalah salah atau sebaliknya? 
 
Terlepas siapakah pilihan anda di Pilkada DKI, mari kita jawab dengan jujur pertanyaan itu, karena memilih siapa calon dalam Pilkada adalah HAK, tapi mengatakan kejujuran adalah kewajiban semua ummat yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
Penulis : no name
*(BANTU SEBARLUASKAN)**
Thursday, December 29, 2016 - 17:15
Kategori Rubrik: