Tafsir #GantiPresiden

Oleh : Abdul Munib

Selain modus cari picu perang Suriah, #GantiPresiden bisa juga bermakna politik orang tenggelam yang dilancarkan PKS. Karena ulahnya mau mengganti Pancasila dan korup PKS menuai hasilnya setelah ketahuan belangnya : terancam tak lolos Senayan. Namanya air sudah di leher apa saja bisa jadi pegangan termasuk tagar. Ada asumsi ketiga yakni : Jurus mengepung Jokowi dengan Kuda liar betina, nanti di etape terakhir Prabowo menunggangi kuda ke finish. Namanya politik modus apa saja dihalalkan dalam politik syaithoni.

Santri Kalong : Tolong Kang jelaskan makna #GantiPresiden.

Kang Mat : Kau buka dulu halaman kitab falsafah seputar makna wujud, mahiah dan lafdhi untuk setiap proposisi atau qadiyah. Setiap frasa akan menghasilkan tiga efek : verbal, konseptual dan eksistensial. Yang terakhir inilah yang asli atau fundamental. Secara makna vetbal lawan #GantiPresiden adalah #TegakkanKhilafah. Kalau makna konseptual, makna presiden adalah presiden yang sedang tegak berdiri yakni Presiden Jokowil. Berarti makna #GantiPresiden lawannya #Turunkan Jokowi secara inkonstitusional sekarang atau kapan saja dan secara konstitusional 17 April 2019 di Pilpres nanti. Sedangkan makna eksistensialnya adalah lemahkan politik Indonesia untuk diprospek ekonominya, lemahkan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan musuh zionis karena tak mengakui negara Israel.

Santri Kalong : Mengapa PKS terancam tak masuk ke Senayan?

Kang Mat : Provokatornya survei LSI Denny JA. Ia bilang yang lolos ke Senayan cuma lima partai saja. PDIP, Golkar, Gerindera dan sisanya baku rebut siapa yang kerja bagus. Karena itulah PKS kebakaran jenggot, apalagi ketika ia merasa ditinggalkan dan tokoh2 nya seperti Nur Mahmudi ketahuan belangnya mencuri 17 milyar. Siapapun akan miris kalau panggung nasionalnya roboh.

Santri Kalong : Bagaimana dengan jurus kuda liar yang didesain mengepung Jokowi. Dan akan akselerasi di etape terakhir.

Kang Mat : Itu bisa saja. Tapi Jokowi sendiri main tanpa beban. Ia difitnah dan dihujat dari segala penjuru tapi prinsip dia inilah sumber pahala ketika ia tergolong hanya orang awam dalam agama. Ini cara cari pahala paling mudah, tinggal sabar saja. Toh pendukungnya akan melawan bahkan tambah militan.
Bangsa Indonesia semakin dewasa untuk tidak mudah terpancing bujuk rayu. Rakyat kecil saja tahu kalau ada tagar #Ganti RT saja pasti akan berkelahi antara pendukung ketua RT dan pendukung yang pengen ganti. Apalagi Presiden.
Keadaan yang masih kondusif ini menandakan rakyat makin dewasa. Semua yang didesain pihak yang menginginkan Indonesia tidak maju, hanya mampu mengganggu di ranah benak. Itulah medan perang yang mereka pilih. Medan perang tanpa militer. Kalau pakai militer harga risikonya terlalu mahal bagi mereka. Yah, terpaksa menggunakan antek yang tersedia. Perhatikan gestur dan narasi antek akan kalian temukan sama : terus menjungkir balik logika. Kerjanya itu saja di Medsos.

Santri Kalong : Apa yang terungkap dari rangkulan spontan Hanifan, Prabowo dan Jokowi ?

Kang Mat : Ini yang saya khawatirkan.

Santri Kalong : Lho kenapa, bukannya itu bagus ada rekonsiliasi ?

Kang Mat : Ya dari adegan itu akhirnya kita dan musuh kita tahu, bahwa untuk soal merah putih keduanya akan bersatu. Sehingga setelah tahu keadaan yang sebenarnya, musuh akan putar pakai modus lain untuk menghancurkan Indonesia. Makanya #GantiPresiden tidak otomatis mendukung Prabowo. Ini mirip modus pemicu Perang Suriah. Artinya dari Prabowo dan Jokowi sendiri sudah sepakat meninggalkan isyu SARA. Ini ditandai dengan memilih wakil Sandiaga Uno bukan Abdus Somad. Namun tanpa bumbu SARA akan sulit memicu kerusuhan. Makanya tagar #Ganti Presiden jalan seperti kuda betina yang liar, dibelakangnya Tumph dan Zionisme.

Santri Kalong : Kenapa harus pakai frasa GantiPresiden ?

Kang Mat : Itu hasil uji laboratorium psyikologi modern mencuci otak dan pembentuk prilaku. Frasa itulah yang paling tepat untuk mengacak-acak logika bangsa Indoneaia.

Santri Kalong : Kenapa tidak pakai kata lain?

Kang Mat : Itu karena pesanan dalang yang mengadu domba bangsa-bangsa supaya saling membunuh. Kalau dalang wayang kulit atau wayang golek paling-paling pikirnya #GantiPesinden dengan sinden yang lebih muda. Karena sinden tua sudah mulai memudar cahayanya, lemak mulai banyak.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : facebook Abdul Munib

Sunday, September 2, 2018 - 19:45
Kategori Rubrik: