Tabayyun Indosiar

Oleh: Dina Sulaeman
 

Si boy yang kemarin nyebar2in fitnah terkait "orang Syiah haji-nya di Karbala" dengan alasan "sudah diberitakan Indosiar", kita tunggu, dia bakal klarifikasi atau enggak... kalau enggak ya ga aneh juga, periuk nasinya di situ kayaknya.

Buat teman2 sekalian, seperti saya pernah bbrp kali tulis sejak lama, meningkatnya sentimen anti-Syiah (diawali dengan menunggangi konflik Suriah sejak 2012) yang masif ini, bukan cuma soal Syiah lho. Ada desain yang jauh lebih besar dari ini. Coba dipikirkan, kok bisa puluhan media online memberitakan fitnah serupa secara serempak? Duit dari mana? Kok bisa para ustadz se-Indonesia (dari kalangan tertentu) mendadak bicara serempak soal Syiah, seolah masalah akidah segelintir orang saja menjadi persoalan utama bangsa? Kok bisa di seluruh Indonesia tersebar spanduk "Syiah bukan Islam". Satu spanduk 200rb, bikin 10.000 spanduk (ini hanya di satu kota lho, tak perlu saya sebut kotanya; belum kalau dihitung di seluruh kota se-Indonesia), total perlu duit 2M. Mencetak dan menyebar ratusan ribu copy buku anti-Syiah dengan mencatut nama MUI. Duit dari mana semua itu? Untuk apa? Siapa yang memodali? Apa balik modal yang mereka inginkan dari bangsa ini?

Upaya mengadu domba umat itu sudah pernah terjadi dalam sejarah negeri ini dan sudah pernah terjadi sesama anak bangsa bunuh-bunuhan... Dulu kambing hitamnya PKI, lalu bergeser ke Kristen, dan sekarang Syiah. Dan coba baca-baca lagi, dulu saat pembantaian besar-besaran thn 65, yang jadi korban banyak sekali yg tidak terkait dg PKI, hanya dituduh2 saja secara sembarangan.

Jadi, ini bukan tentang "mereka", tapi tentang "kita" sebagai bangsa. Jangan kasih kesempatan orang-orang yang cari duit dari kerjaan mengadu domba mempengaruhi otak kita.

Btw, info yg saya dapat, redaksi pemberitaan Indosiar menyatakan kekeliruan pemberitaan ini tidak disengaja. Dan berita berikut ini adalah bentuk ralat dari mereka.

 

(Sumber: Status Facebook Dina Sulaeman)

Wednesday, September 14, 2016 - 14:15
Kategori Rubrik: