Tabayun

ilustrasi

Oleh : Jumrana Sukisman

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.” (QS. Al Hujurat : 6).

Sebagian orang lebih cenderung senang menjadi provokator dan penyebar informasi tidak pasti/ informasi palsu/ hoaks daripada melakukan Tabayyun di media sosial.

Hal ini disebabkan oleh ada kesan merasa hebat jika mjd penyampai pertama.

Clicking monkey. Kecepatan jari jemarinya lebih cepat drpd kecepatan otak dlm mencerna dan menyebarkan informasi.

Segmen pertemanan di FB yg menyukai informasi provokasi dan hoaks mendorong utk menyebar informasi spt itu agar mendapat like/ respon yg banyak.

Menyebar provokasi, fitnah, dan hoaks akan memancing terjadinya konflik dan membodohi orang lain. Mereka ini tidak sadar telah mjd golongan "orang-orang yg melakukan kerusakan di muka bumi".

Ibadah dan amal kebaikan tidak ada gunanya karena menebar fitnah dan menghasut. Menjadi orang-orang yang merugi.

Katakanlah, “Maukah kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi: 103—104)

Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

Wednesday, July 3, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: