Syaringah VS Kompeni

ilustrasi
Oleh : Fritz Haryadi
Umat kerap mengeluh tentang kredit di bank syaringah yang cicilannya lebih besar daripada bank kompeni, maksud saya bank kompensional. Katanya no riba, kok bayarnya lebih gede? Begitu keluhnya.
Begini wahai umat. Ada 3 alasan. Pertama, ketahuilah, syaringah itu lebih baik daripada riba. Namanya barang baik ya jelas harus lebih mahal. Gitu aja kok ndak ngerti.
Jadi no riba memang wajar lebih mahal daripada riba. Emangnya siapa bilang menghindari riba itu tujuannya untuk hemat? Ngarang engkau. Tujuannya jelas untuk mengejar daripada surga. Jelas surga lebih mahal daripada neraka.
Kalau surga lebih murah, mana mungkin politikus pada ambil dia untuk bahan kampanye. Padahal mereka tau, konstituen mayoritas ahlunnaar, ahli neraka; dan prinsip dasar demokrasi adalah mengejar suara terbanyak. Dengan prinsip itu mestinya mereka jualan neraka. Masalahnya, kampanye butuh sponsor, dan tidak ada investor mau kasih duit buat kamu jualan neraka. Wong neraka itu jualan dia. Camana mau modali orang buat jadi pesaing? Coba engkau datangi penjual tempe, pinjam duit. Ditanya, mau dipakai apa? Jawab, buat modal jualan tempe. Jelas engkau diusir.
Kedua, syaringah itu komoditas. Sebagai komoditas, dia adalah alternatif terhadap kompensional. Fitur yang ditawarkan adalah kejujuran. Syaringah lebih jujur daripada kompensional. Kompensional ingin raup duitmu banyak-banyak, dengan sembunyi-sembunyi. Syaringah mau raup duitmu banyak-banyak dengan terang-terangan.
Kejujuran harus dihargai, karena kejujuran adalah kebaikan, dan kebaikan itu wajar mahal. Ini poinnya sama persis dengan poin pertama tadi, tapi saya klaim sebagai poin baru, dengan bumbu-bumbu lambe lamis dan gombal mukiyo. Karena saya jujur.
Ketiga, syaringah itu layak dihargai lebih mahal daripada kompensional, karena dia kerja lebih keras daripada kompensional. Pikirmu gampang apa, jualan barang sama persis tapi harus dibikin lebih mahal, cuma dengan bekal kosakata? Sudah begitu, kosakata itu harus diulang-ulang sampai tiga kali, macam begini ini, supaya kelihatannya banyak alasan. Karena makin banyak alasan itu artinya makin jujur.
Sumber : Status Facebook Fritz Haryadi
Wednesday, January 20, 2021 - 08:30
Kategori Rubrik: