Syarat Shalat Ied Masa Pandemi

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat, Lc.MA

Meski awalnya melarang shalat jamaah di masjid, untuk shalat lima waktu, Jumatan dan shalat Ied, namun belakangan konon MUI membolehkan shalat Ied.

Lalu saya terkena imbasnya, yaitu ditanya-tanyain orang. Saya bilang, jangan tanya ke saya, sana tanya ke MUI yang bikin peraturan.

Kalau tanya ke saya, jawabannya tentu jawaban versi saya. Ente boleh swtuju dan boleh tidak setuju. Salah sendiri, kenapa tanya ke saya.

Soalnya saya masih berprinsip bahwa kurva kita masih tinggi. Kalau pun mau berdamai dengan corona, maka SOP kita tetap kita jalankan dengan syarat-syarat yang ketat.

1. Pelaksanaan shalat Ied wajib pakai sistem kuota berdasarkan kapasitas. Misalnya ukuran lapangan atau masjid hanya bisa memuat 40 orang, ya sudah tidak boleh ada tambahan jamaah.

Misalnya kuota suatu masjid hanya menampung 40 orang, maka ini wajib ditaati dan jadi beban di pundak takmir.

Tantangannya bagaimana menjalankan sistem kuota pemesanan. Apabila kuota sudah habis dipesan orang, pendaftaran WAJIB ditutup tidak lagi menerima pendaftaran.

Ibarat masuk bioskop, atau naik kereta dan pesawat, tidak bisa main nyelonong begitu saja. Harus ada pembatasan jumlah penonton atau penumpang dengan kapasitas lapangan.

Hanya yang sudah pesan dan pegang tiket yang diizinkan masuk bioskop, atau naik kereta dan pesawat.

2. Di lapangan atau lantai masjid harus disiapkan sejumlah petugas di pintu gerbang. Mereka akan memeriksa tiket para jamaah satu per satu.

Jangan harap bisa masuk area parkiran kalau tidak punya tiket untuk tiap kepala. Apalagi sampai ke area shalatnya.

3. Di area shalat wajib dituliskan no posisi yang disesuaikan dengan no tiket untuk tiap satu jamaah.

Tentu harus ada denahnya, biar mudah mencarinya. Kalau tidak ada no posisinya nanti rebutan dan terjadi kerumunan.

4. Untuk menentukan posisi, caranya dengan sistem undian. Persis dengan hadits bahwa kalau terjadi rebutan siapa di shaf depan, mereka akan mengundinya.

5. Pemesanan tiket dan nomor posisi harus sudah selesai beberapa hari sebelum pelaksanaan.

Jamaah yang tidak pegang tiket DIPASTIKAN tidak boleh datang ke tempat shalat Ied dan disuruh pulang.

6. Syarat kehadiran bahwa tiap jamaah kudu musti wajib harus berpakaian full APD dan sebeluknya ditanyakan lulus rapid test. Kayak dokter mau bertugas ke RS rujukan yang menangani corona.

7. Kalau susah dan ribet, makanya shalat Ied di rumah masing-masing saja.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Sunday, May 17, 2020 - 14:00
Kategori Rubrik: