Switching Mind

ilustrasi
Oleh : Siti Maryamah
Saya seperti mungkin juga kebanyakan orang, pernah mengalami fase sulit, sedemikian rupa sehingga banyak berpikir saat itu bukannya memecahkan masalah tapi malah bikin tambah masalah. Pusing gitu.
Misal, saat duit hanya cukup buat makan hari itu dan tak ada gambaran besok apa makan. Banyak berpikir dalam situasi itu justru bikin stres. Setel kendo lebih pas. Jadi waktu itu kalo aku ditanya besok gimana, ya jawabannya tinggal dibalik aja, gimana besok. Rileks dan solutif.
Selama masih dikasih nafas, pasti ada rejeki. Itu sudah. Setelan yang pas untuk fase itu adalah selow tapi tetap optimis. Jangan banyak berpikir apalagi berhitung. Keep the faith aja.
Jangan follow dulu para perencana keuangan, nanti dapat saran bahwa idealnya konsumsi maksimal 30% dan investasi juga 30% dari pendapatan, bisa tambah stress. Boro-boro mikir investasi, besok aja belum ada kepastian bisa ketemu nasi. Jangan banyak memandang mereka yang sudah tinggal landas saat kita masih harus tinggal di landasan. Nanti tengeng dan sakit leher. Asal kita masih hidup dan punya daya juang, cukuplah.
Jalani hari demi hari dengan jiwa yang hadir. Mindful. Masih bisa bernafas dengan gratis, jantung masih setia berdenyut, ginjal masih sigap menyaring, tulang belulang masih tegak menyangga, kulit masih rapat menutup, pori-pori masih memberi ventilasi, darah masih hilir mudik mendistribusikan nutrisi. Aduhai lengkap dan otomatis sekali. Sedemikian otomatis sampai kita sering lupa menyadari.
Rasa syukur itu menentramkan. Hati yang tentram akan punya ruang untuk kreativitas menaklukkan kesulitan. Sebaliknya hati yang penuh kekhawatiran bisa tidak menyisakan ruang untuk harapan. Suram.
Nanti, saat fase itu terlewati, setelannya beda lagi. Selow dan optimis saja tak lagi cukup. Harus ada ambisi di situ.
Lha ini salah satu hal yang terlambat kusadari. Ternyata tiap fase hidup itu butuh setelan mentalitas tertentu untuk melaluinya. Setelan itu berbeda-beda di tiap tahapnya. Ketrampilan untuk switching ke setelan yang tepat itu salah satu kunci kita sukses dan selamat melewati masing-masing fasenya.
Every next level of your life, need the different version of you. So, are you ready to switch? I'm not yet, heuheuheu.
Sumber : Status Facebook Siti Maryamah
Sunday, January 10, 2021 - 11:45
Kategori Rubrik: