Swing Voters Ancaman Kemenangan Jokowi Di Pilpres 2019

Ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Hari ini saya berniat menulis sebuah refleksi tentang sebuah ancaman nyata terhadap kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. Dan saya meyakini bahwa kemenangan Jokowi 2019 nanti pasti tidak akan mudah. Bukan karena Prabowo lebih hebat, karena bagi saya Prabowo tetap seorang "Looser" (Pecundang) sampai kapanpun.

Namun disisi lain harus kita harus berani mengakui, Pilpres 2019 ini merupakan "Palagan (Pertempuran) Terakhir" buat Prabowo, sudah pasti dia dan kelompoknya akan jauh lebih "all out" dan menempuh segala cara untuk menundukkan Jokowi. Melalui produksi HOAX, fitnah atau kebohongan publik yang setiap hari akan mereka produksi. Mungkin bagi pendukung Jokowi, HOAX, fitnah serta kebohongan kelompok Prabowo hanya dijadikan bahan ledekan atau caci maki, tapi harus diakui apa yang mereka lakukan itu sangat efektif untuk memperteguh pilihan bagi mereka yang selama ini anti Jokowi.

Namun bahasan saya kali ini bukan masalah itu. Tapi adanya kelambanan dari Kubu Jokowi (baca : TKN Pimpinan Erick Thohir) dalam menggarap SWING VOTERS. Waktu terus berjalan tapi sampai detik ini saya tidak melihat ada upaya sistematis dan masif dalam bentuk apapun dari Kubu Jokowi dalam menarik suara dari kelompok SWING VOTERS.

Berdasarkan data dan hasil survey potensi SWING VOTERS ini masih mencapai 30% dari suara pemilih. Berdasarkan data KPU suara pemilih Pilpres 2019 berjumlah total 192.828.520 suara dengan komposisi 96.271.476 pemilih Laki-laki dan 96.557.044 pemilih Perempuan. Dengan acuan tersebut berarti jumlah SWING VOTERS sekitar 57,8 juta orang. Jumlah yang sangat besar bukan ?

Dan kalau hal ini tidak digarap dengan baik SWING VOTERS bisa mengarah menjadi potensial GOLPUT. Sebagai catatan angka Golput pada Pilpres 2009 sebesar 28,3% dan meningkat pada Pilpres 2014 menjadi 29,1%. Bisa jadi kalau tidak dikelola dan digarap dengan baik suara GOLPUT ini akan semakin meningkat lagi pada Pilpres 2019 nanti.

Apa itu SWING VOTERS ?
Swing Voters adalah kelompok orang yang belum menentukan pilihan pada suatu kontestasi Pemilu. Swing Voters terdiri dari :
1. Kelompok milineal dan pemilih pemula.
2. Kelompok yang apatis terhadap perkembangan politik nasional.
3. Kelompok yang muak (empet) terhadap pertikaian kedua belah kubu.
4. Kelompok rasional yang menunggu perkembangan pada titik terakhir.
Empat kelompok ini merata pada semua strata kelompok masyarakat mulai dari masyarakat grassroots, kelompok menengah sampai pada kelompok pragmatis di level atas.

Pertanyaan apa yang telah dilakukan oleh Kubu Jokowi dalam menggarap kelompok swing voters ini untuk ditarik menjadi pendukung Jokowi ? TIDAK TERLIHAT SEDIKITPUN. Jujur saya semakin meragukan performa kerja Erick Thohir dan kawan-kawan. Di sisi lain para pendukung captive Jokowi terlalu asyik hanya membuat deklarasi disana-sini tanpa ada follow up program yang nyata ke masyarakat khususnya dalam menggarap kelompok swing voters ini.

Harus saya akui ada sekelompok kecil relawan militan yang tanpa gembar-gembor turun ke masyarakat bawah melakukan "die hard" untuk meyakinkan masyarakat terhadap performa kerja Jokowi. Namun lebih banyak yang hanya bekerja di permukaan dengan tarian hura-hura. Dan biasanya kelompok hura-hura ini yang mempunyai kepentingan terselubung untuk memperoleh benefit dalam mendukung Jokowi.

Di sisi lain, saya belum pernah mendengar ada arahan dari TKN Pimpinan Erick Thohir kepada ratusan ribu organ relawan yang berserak untuk menyatukan gerak langkah dalam menggarap kelompok swing voters in. Semua hanya ceremonial di atas permukaan yang tidak akan berdampak apa-apa ke masyarakat yang belum menentukan pilihan. Di sisi lain kelompok toko sebelah sudah masif dan sistematis menggarap kelompok akar rumput sampai ke tinggal kelompok pengajian, majelis taklim dan RT/RW secara rutin dari th 2014.

Berkali-kali saya pernah sampaikan, masyarakat umum Indonesia tidak terlalu peduli dengan pembangunan infrastruktur atau pengambilalihan Freeport, Blok Rokan atau yang lain-lain. Yang mereka pedulikan adalah kesejahteraan keluarga mereka, bisakah Jokowi akan menjamin kemakmuran bagi mereka di masa yang akan datang.

Logika masyarakat akar rumput sangat pragmatis dan rasional. Bagaimana dengan masa depan Jaminan Kesehatan Nasional di tengah hiruk pikuk amburadul manajemen BPJS saat ini. Dan sangat terlihat Jokowi tidak berbuat apapun yang nyata untuk meyakinkan masyarakat bahwa kisruh pengelolaan BPJS akan segera teratasi dalam waktu dekat. Masyarakat perlu kepastian, bukan pembiaran.

Juga dari sisi hukum, bagaimana mungkin Buni Yani yang sudah divonis dengan kekuatan hukum tetap masih bebas berkeliaran ? Bagaimana kasus Ratna Sarumpaet yang berjalan lamban 4 bulan tanpa progres yang nyata ? Bagaimana kasus penanganan 7 kontainer kertas suara yang HOAX sampai saat ini ? Dimana masih terlihat Andi Arief, Tengku Zulkarnain tetap berkeliaran bebas dan mencuit di Twitter setiap saat tanpa digelandang ke kantor polisi ?

Logika masyarakat sangat mempertanyakan hal ini. Dan HARUSnya Jokowi sebagai atasan langsung Kapolri dan Kepala Negara berhak mempertanyakan hal ini minimal mendesak percepatan penuntasan kasus agar kepercayaan masyarakat tidak semakin menipis. Dan hal-hal seperti ini sangat menjadi pertimbangan kelompok SWING VOTERS dalam menentukan sikap kemudian.

So, jangan disepelekan dengan kelompok SWING VOTERS ini. Kekuatan nyata suara Jokowi saat ini menurut perkiraan saya hanya sekitar 40% dari jumlah pemilih. Dengan hanya kekuatan suara sejumlah itu tidak akan menghantarkan kemenangan buat Jokowi. Kemampuan Jokowi dan kubu Jokowi dalam menarik Kelompok SWING VOTERS ini minimal 11% saja BISA menjadi penentu kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Tapi mohon maaf saya tidak melihat Kubu Jokowi melakukan langkah cerdas seperti yang saya harapkan.

Ternyata mengelola Timses Pilpres tidak semudah mengelola Asian Games kan Bung Erick Thohir ?

Maaf saya kecewa dengan anda !!!

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Monday, January 7, 2019 - 15:00
Kategori Rubrik: