Susi, Rini, Erick dan Edhy

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Dicelah hingar bingarnya kuping dan mata kita dikotori oleh suara dan laku sampah masyarakat seperti Rizieq dan koloninya, ada hal yg menarik dari gebrakan menteri Indonesia maju yg kelihatan bisa membawa kita maju, dan ada yg cuma ganti baju atau malah buat malu.

Adalah gebrakan Erick Thohir menata BUMN langsung masuk persneling 5, dia gas semua direksi, yg gak kuat silakan pergi. Krakatau Stell, BUMN yg berhutang 40 T, merugi, tapi punya anak usaha sampai 60. Dan ada direksi yg usahanya merugi malah makan direstoran mewah tanpa risi. Garuda yg gaya, beli pesawat baru, semua direksi ikut serah terima pesawat, pulangnya bawa barang colongan. Silakan mundur kata Erick, jangan sampai di copot.

 

Disisi lain, ada tindakan kontras dari menteri kelautan, ini gayanya persis Anies, kebijakan Susi yg membenahi kelihatan mau dirusak lagi. Mulai dari pejabat yg dipecat Susi diangkat lagi, bibit lobster di ekspor lagi, sebentar lagi kita lihat, ada kapal jual solar subsidi, kapal asing ramai mencuri lagi. Dan nelayan mengeluh lagi, ikan sulit ditemui dan jauh dari tepi.

Erick, Nadiem datang memenahi, akhlak baik yg dikedepankan, tapi diantara menteri yg diharapkan, Jokowi terus kecolongan lagi. Kok sulit rasanya membangun kerjasama dgn oposisi, dibaiki sama saja seperti makan ikan, bonus nelan duri, semoga Jokowi cepat mengevaluasi, copot segera menteri yg tak mampu kerja, dan malah merusak yg sudah ada.

Kita sedang merasakan gas pol Erick, Nadiem. Yg lain masih krik, krik, adem ayem. Atau masih mesam mesem, ngincer mana yg mau di telen. Tapi yg serem Garuda dgn gambar burung baru nan gaya, sayang sarangnya menetaskan Harley dan Speda.

Ayo kang Erick, benahi akhlak, jangan keduluan akang di palak.

 

(Sumber: facebook Iyyas Subiakto)

Friday, December 6, 2019 - 15:00
Kategori Rubrik: