Susahnya Mencari Celah Menjatuhkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Oleh : Ali Winata

Pak konsultan, tolong kisah sukses Pilkada DKI dicopy paste untuk Pilpres 2019.

"Sulit masbro, sulit. Di Pilkada DKI kita punya produk biasa biasa saja tapi kita rekayasa di kemasannya serta strategi cerdas di publikasinya. Kebetulan karakter produknya sesuai dengan kemasannya, dan punya differensiasi yang bisa menjadi keunggulan kompetitif atas Ahok yang jadi rivalnya.

Ada bahasa yang lebih mudah dipahami pak konsultan?

"Anies Sandi kualitasnya biasa biasa saja. Akan tetapi kita kemas sebagai antithesis dari rivalnya yang kafir dan keturunan Cina. Identitas agamanya dan ngaku ngaku pribumi itu yang kita ekspose. Dan propaganda kita sangat menohok karena didistribusikan melalui tempat tempat ibadah dengan memakai sentimen keagamaan. Anies dengan latar belakang sebagai Rektor Univ Islam Paramadina cukup sesuai (fit) dengan representasinya sebagai pemimpin muslim."

Lalu apa masalahnya dengan Prabowo Sandi? Apakah tak bisa dicopy paste strategi yang sama?

"Tidak bisa masbro. Tak ada differensiasi yang bisa diekspos. Pak Jokowi itu muslim sejak lahir, sudah haji, dan pribumi Jawa asli. Pak Ma'ruf Amin justru ketua umum MUI, mbah nya ulama Indonesia, asal Banten. Tak bisa lagi pakai jurus kafir dan non pribumi seperti di Pilkada DKI. Prabowo Sandi tak bisa kita ploting dengan strategi yang sama."

Ayolah pak konsultan, anda harus bisa mengemasnya. Bayaranmu mahal, tugasmu berpikir tentang hal itu.

"Maaf, tidak bisa masbro. Semua orang tahu Prabowo itu dulunya Kristen dan berasal dari keluarga Kristen yang taat. Dia jadi mualaf saat mau menjadi menantu pak Harto. Bahkan banyak orang mempertanyakan status pribuminya. Bagaimana mungkin bapaknya dan adiknya berwajah Tiongha tetapi Prabowo bisa pribumi sendiri."

Kalau figur Sandi yang diekspos? Sebagai santri milenial gimana?

"Itu lebih konyol lagi. Sandi sekolahnya di SD PSKD (Persatuan Sekolah Kristen Djakarta), bahkan SMA nya di SMA Katholik Pangudiluhur. Di sekolah seperti itu berdoanya Bapa Kami dan Salam Maria, terlalu memaksa jika mencitrakan dia sebagai santri. Dia tak pernah masuk pondok pesantren manapun. Bisa jadi blunder."

Jadi tak bisa copy paste politik identitas ala Pilkada DKI?

"Tidak bisa masbro. Harus pakai strategi yang lain. Dan repotnya kita, Prabowo Sandi tak punya differensiasi yang ekstrem terhadap Jokowi Ma'ruf. Kualitas mereka tidak diatas Jokowi, tapi kita harus menanamkan persepsi ke publik bahwa Prabowo Sandi lebih baik. Disitu letak repotnya."

Pak konsultan sudah punya resep dan jurusnya?

"Ada. Tapi jasa saya sebagai konsultan politik ini bukan gratisan. Saya belum dibuatkan kontrak, belum dibayar DP nya. Jangan nanya nanya terlalu detail. Paham masbro?"

 

Sumber : facebook Ali Winata

Monday, August 13, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: