Survey Kompas Justru Gambarkan Kokohnya Jokowi

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Pendukung Pak Jokowi mesti mewaspadai hasil survei Kompas yang menunjukkan jarak elektabilitas antara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, semakin tipis.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Adapun, 13,4 persen responden menyatakan rahasia. Survey dilakukan 22 Februari hingga 5 Maret 2019.

Berikut sebaran elektabilitas dua pasangan capres dan cawapres berdasarkan usia:

1. GEN Z - PEMILIH
Oktober 2018
Jokowi-Ma'ruf:39,3 persen
Prabowo-Sandiaga: 44,8 persen
Rahasia: 15,9 persen

Maret 2019:
Jokowi-Ma'ruf:42,2 persen
Prabowo-Sandiaga: 47,0 persen
Rahasia: 10,8 persen

2. MILENIAL MUDA (22-30):
Oktober 2018: 
Jokowi-Ma'ruf: 43,3 persen
Prabowo-Sandiaga: 42,4 persen
Rahasia: 14,49 persen

Maret 2019:
Jokowi-Ma'ruf: 49,1 persen
Prabowo-Sandiaga: 41,0 persen
Rahasia: 9,9 persen

3. MILENIAL MATANG (31-40):
Oktober 2018: 
Jokowi-Ma'ruf:39,3 persen
Prabowo-Sandiaga: 44,8 persen
Rahasia: 15,9 persen

Maret 2019:
Jokowi-Ma'ruf:46,6 persen
Prabowo-Sandiaga: 39,7 persen
Rahasia: 13,7 persen

4. GEN X (41-52):
Oktober 2018: 
Jokowi-Ma'ruf:51,1 persen
Prabowo-Sandiaga: 34,4 persen
Rahasia: 14,5 persen

Maret 2019:
Jokowi-Ma'ruf: 51,4 persen
Prabowo-Sandiaga: 36,0 persen
Rahasia: 12,6 persen

5. BABY BOOMERS(53-71)
Oktober 2018: 
Jokowi-Ma'ruf:58,1 persen
Prabowo-Sandiaga: 27,1 persen
Rahasia: 14,8 persen

Maret 2019:
Jokowi-Ma'ruf:48,9 persen
Prabowo-Sandiaga: 34,6 persen
Rahasia: 16,5 persen

6. SILENT GEN (71+)
Oktober 2018: 
Jokowi-Ma'ruf:47,1 persen
Prabowo-Sandiaga: 31,1 persen
Rahasia: 21,8 persen

Maret 2019:
Jokowi-Ma'ruf: 65,4 persen
Prabowo-Sandiaga: 19,2 persen
Rahasia: 15,4 persen

Lebih lanjut Kompas mengatakan kenaikan elektabilitas 02 disebabkan karena militansi para pendukungnya yang luar biasa. Fokus mereka adalah kemenangan terlepas dari bagaimana caranya. Pendukung Jokowi kalah dalam soal ini. 
≠=========/

BERAPA SUARA YANG HARUS DIRAIH 02?

Tentunya hasil survey Kompas yang kredibel ini menjadi pemicu semangat bagi pendukung 02 untuk terus meningkatkan elektabilitas pasangannya hingga mengalahkan 01.

Ada selisih elektabilitas antara keduanya yakni 11,8 persen. Ditambah yang belum menentukan pilihan sebesar 13,4 persen. Jadi total suara yang harus direbut pasangan 02 adalah 25,2 persen. .

Untuk mengungguli Jokowi, mereka harus mendongkrak perolehan suara sedikitnya 50 persen dari 25,2 persen itu yakni 12, 6 persen.

Jika dihitung dari jumlah pemilih 2019 yakni 192 juta ( data KPU, Desember 2018), maka:

1. Jika tambahan 20 persen, tim 02 harus mendapatkan tambahan dukungan 48 juta suara.

2. Jika 30 persen, 57,6 juta suara.

SANGGUPKAH MEREKA?

Dalam waktu kurang dari satu bulan dari sekarang, agaknya sulit bagi 02 untuk mengejar target tersebut, MESKIPUN tidak tertutup kemungkinan 02 berhasil mencapai target tersebut.

Kemuskilan meraih tambahan suara 48 sampai 57,6 juta suara bisa terpatahkan dan 02 menang jika:

1. Pendukung 01 tidak melipat gandakan upayanya untuk mendukung Jokowi- Ma'ruf ditingkat akar rumput.

2. Ada blunder di elit kubu 01 baik lewat pernyataan atau tindakannya selama masa genting ini hingga menjadi skandal nasional. Ingat kekalahan Ahok. Salah satunya adalah video kampanye yang berbau rasis serta marahnya NU atas perlakuan Ahok terhadap Ma'ruf Amin ketika dipersidangan.

APA MODAL 01?

Perhatikan tambahan elektabilitas Jokowi berdasarkan usia. Itu semua karena usaha pendukung 01 menggalang dukungan lewat gelar alumni dan sebagainya.

Good job.

Itu hasil nyata yang menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih keras lagi.

Sejatinya, upaya 01 meraih tambahan dukungan tidak seterjal pendukung 02. Waktu 2014, Jokowi bisa menang dengan perbedaan suara hanya 6,3 persen.

Jadi, diatas kertas, dengan segenap upaya menjelang akhir kampanye, menaikkan suara untuk 01 harusnya bisa diraih sukses

Meskipun demikian, pendukung 01 dan tim pemenangan Jokowi-JK Ma'ruf harus bekerja keras untuk menaikkan elektabilitas dalam kurang satu bulan.

Jadi tidak ada lagi kata Don't Worry be Happy bagi pendukung Jokowi

tapi

We should be Worry to be Happy...

Jangan lengah dan Jangan Lelah

Jokowi tidak boleh kalah.. 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Thursday, March 21, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: