Survey ILUNI Memalukan UI

Ilustrasi

Oleh : Ade Armando

Setelah Ketua BEM UI, kini giliran Ikatan Alumni Universitas Indonesia mempermalukan UI.
Mereka baru saja meluncurkan sebuah survei tentang ‘sikap alumni UI terhadap pemerintahan Jokowi.’ 
Salah satu hasilnya : 48,8% alumni UI tidak puas dengan kinerja Jokowi. 
Tapi bukan hasil itu yang bikin malu. 
Yang mempermalukan UI adalah metode surveinya betul-betul buruk dan terkesan dilakukan oleh orang yang tidak pernah belajar metode penelitian social.
Dengan kata lain, survei ini memalukan secara metodologis.
Siapapun yang pernah belajar metode penelitian sosial akan mentertawakan survei ILUNI ini.

Jadi, dalam survei ini, responden ditarik dari daftar alumni UI yang terdaftar dalam e-voting pemilihan Ketua ILUNI tahun 2015.
Kemudian, mereka mengirimkan email kuestioner kepada seluruh (sebagian) nama yang terdaftar di sana.
Jawaban bersifat sukarela.
Nah hasil survei diambil dari jawaban mereka yang bersedia mengambalikan kuestioner online itu.

INI KESALAHAN MENDASAR.

ILUNI tidak boleh mengambil kesimpulan mengenai SIKAP ALUMNI UI dengan cara seserampangan itu.
Responden survei ini sama sekali tidak representatif terhadap semua alumni UI yang jumlahnya ratusan ribu atau bahkan jutaan orang.
Daftar nama orang yang ada dalam daftar e-voting sama sekali TIDAK BISA DIGUNAKAN sebagai perwakilan alumni UI.

LANGKAH YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN ADALAH:

1. Membuat daftar lengkap semua nama alumni UI. Ini namanya populasi.
2. Dari populasi itu ditarik sampel secara random (acak).
3. Mereka yang sudah terpilih sebagai responden dihubungi baik melalui kontak langsung, maupun lewat telepon, email, surat dan sebagainya.
4. Bila orang itu tidak bersedia atau gagal dihubungi, harus dicari gantinya dengan penarikan random.

Ribet?
Tentu saja.
Penelitian memang tidak pernah mudah.
Kalau setiap orang bisa dengan seenaknya bikin survei seperti yang dilakukan ILUNI UI, tidak perlu ada pengetahuan tentang metode penelitian.

Jadi, maaf ya ILUNI UI. Kalian memalukan. 
Lain kali, Tanya dululah pada deosen-dosen UI yang pintar.
Ini sih kesannya seperti bikin survei abal-abal untuk tujuan entah apa.
Di luar sana ada banyak lembaga survei abal-abal yang bekerja untuk kepentingan politik yang membiayai mereka.
Kami sudah muak dengan mereka.
Janganlah ILUNI UI melakukan hal serupa. 
Kalian seharusnya tidak menjatuhkan diri serendah itu.

Udah ketua BEMnya katro, sekarang ILUNInya kok juga gini...?

Sumber : Status Facebook Ade Armando

Saturday, February 17, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: