Suriah Genting, Indonesia Tak Mundur Bangun Suriah

REDAKSIINDONESIA-Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus menjadi satu-satunya kedutaan yang mengikuti Pameran Rebuild Syria (Pembangunan Kembali Suriah) di Damascus Fair Ground, 7—11 September 2016. Pameran Rebuild Syria yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suriah merupakan puncak dari rangkaian pameran pembangunan kembali Suriah pada tahun 2016 ini.

Pameran internasional ini diikuti sekitar 150 stand perusahaan-perusahaan konstruksi dari dalam dan luar negeri Suriah, seperti dari Indonesia, Lebanon, Iran, Rusia, Belarusia, Perancis, dan Jerman. Pameran yang diselenggarakan di gedung pameran terbesar kedua di Timur Tengah ini ditargetkan akan dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung.

Berbeda dengan stand dari negara lain yang diikuti oleh perusahaan swasta, stand Indonesia diisi langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dengan menampilkan jasa konstruksi dari dua Perusahaan BUMN Indonesia, yaitu PT Wijaya Karya Persero (tbk) dan PT INKA Persero. Adapun PT Wijaya Karya Persero (tbk) mengirimkan tiga orang delegasi dan bahan promosi untuk turut hadir pada pameran pembangunan Suriah ini.

Saat mengunjungi stand Indonesia (07/09), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, Ir. Hussein Arnous menyampaikan apresiasi penghargaan dan rasa bangganya atas kehadiran selalu Indonesia dalam pameran pembangunan kembali Suriah.

“Saya bangga menyaksikan Indonesia, negara muslim terbesar di dunia, mengirimkan perusahannya untuk berkontribusi dalam pembangunan kembali Suriah yang telah dihancurkan oleh para teroris,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, Ir. Hussein Arnous. “Ini semakin menegaskan bahwa Indonesia adalah sahabat sejati rakyat Suriah.”

Dalam kesempatan wawancara dengan berbagai media dari dalam dan luar negeri Suriah, Duta RI untuk Suriah Djoko Harjanto menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam pameran ini merupakan wujud dari dukungan Indonesia kepada Suriah.

“Ini adalah peluang yang sangat bagus untuk perusahaan Indonesia untuk terlibat dalam pembangunan Suriah pasca konflik," Dubes Djoko menjawab pertanyaan para wartawan. "Pameran ini juga merupakan peluang yang sangat baik untuk memperkenalkan jasa konstruksi terbaik karya anak bangsa Indonesia kepada masyarakat dan Pemerintah Suriah." Duta Djoko mempromosikan PT. Wijaya Karya Persero, BUMN yang telah berpengalaman dalam membangun berbagai konstruksi di mancanegara.

Ditambahkan oleh Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus, Makhya Suminar, bahwa KBRI Damaskus telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk mengundang para perusahaan konstruksi Indonesia untuk berpartisipasi pada pameran Rebuild Syria. PT Wijaya Karya (WIKA) merupakan BUMN konstruksi yang menjawab undangan dari KBRI Damaskus tersebut dengan mengirimkan delegasinya langsung ke Suriah. Selain itu, pamerain ini juga dimanfaatkan oleh KBRI Damaskus untuk menyebarkan informasi terkait pelaksanaan Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 12 – 16 Oktober mendatang.

“Indonesia tidak pernah absen dalam rangkaian pameran pembangunan Suriah, setelah hadir pada pameran Technobuild Syria pada 16—18 Mei 2016, kini KBRI Damaskus juga menjadi satu-satunya Kedutaan yang berpartisipasi pada pameran puncak Rebuild Syria ini," ujar Makhya Suminar, "Ini merupakan wujud kedekatan KBRI Damaskus dengan Pemerintah Suriah dalam bidang ekonomi dan pembangunan."

Menurut Bimo Prasetyo, Manajer Divisi Operasi wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara PT WIKA, perusahaannya telah memiliki jam terbang tinggi dalam bidang konstruksi di mancanegara, seperti Arab Saudi, Tunisia, Aljazair, dan Maroko. “Kini saatnya kami menjajaki pasar baru di Suriah, terutama dalam kerangka pembangunan Suriah pasca konflik.”

Selama kunjugannya ke Suriah, delegasi PT WIKA juga dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat dan asosiasi pengusaha konstruksi di Suriah.

(Sumber: Pensosbud KBRI Damaskus)

Friday, September 9, 2016 - 13:00
Kategori Rubrik: