Surga Yang Dipaksakan

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

"Ini kami lakukan agar anak-anak kami punya kesempatan yang sama seperti orang luar, orang terang. Kami tidak punya pilihan lain, tiada jalan lagi, kami semua harus berpindah ke Islam." Demikian penjelasan kepala desa Orang Rimba di Jambi, Muhammad Yusuf, atau dulu dikenal dengan nama Yuguk kepada BBC.

Dia tidak memikirkan akhirat saat memutuskan memeluk agama Islam. Keputusannya lebih didasari oleh kebutuhan bertahan hidup.

Yusuf menceritakan kebakaran dua tahun lalu yang melalap hutan dan kawasan gambut seluas 21.000 kilometer persegi—setara dengan 30 kali luas Singapura.

Guna menghindari api, dia dan sebagian besar anggota sukunya kabur ke desa terdekat. Lainnya lari jauh ke dalam hutan di taman nasional.

Di desa tempat mereka berlindung itulah, proses masuk agama Islam.

Sementara itu, hutan yang menjadi wilayah suku Orang Rimba telah dirambah oleh ekspansi ganas perkebunan sawit. Dan kini, untuk masuk hutanpun, mereka kini harus minta izin pada polisi dan pegawai pemerintah yang tentunya "sudah beragama" terlebih dahulu.

Orang Rimba terpaksa masuk Islam untuk bertahan hidup. Konsep "Yang Kekal Dan Maha Pengasih" yang mereka anut turun temurun terpaksa harus diganti dengan KTP Islam.

Dan seorang Menteri bilang mereka sudah mengenal Tuhan. Dia mungkin tidak tahu Orang Rimba mungkin menangis karena hanya dengan masuk Islam mereka bertahan hidup seraya memandang rumah mereka, tradisi mereka yang sangat luhur menjaga hutan dan kemanusiaan dibabat habis menjadi perkebunan.

Alih-alih menjaga hutan tempat tinggal mereka, Orang Rimba didorong masuk Islam supaya bisa makan dan dibiarkan terusir dari tanah leluhurnya.

Kisah sedih Orang Rimba dan keluhuran kepercayaan mereka yang setara dengan ajaran Islam bisa dibaca lewat tautan ini :http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41937911

Simpati saya sebagai seorang Muslim kepada Orang Rimba yang terpaksa masuk Islam.

Saya menyakini perintah agama saya bahwa tiada paksaan dalam beragama . Nabi bilang orang Islam dilarang mengislamkan orang yang sudah punya kepercayaan atau agama. Namun yang terjadi justru kemunafikan. Memaksakan surga Islam terhadap mereka yang sudah punya konsep surganya sendiri.

Jadi, dimana rahmatin lil alamin nya?

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, November 18, 2017 - 20:00
Kategori Rubrik: