Surat untuk "Pengantin"

Oleh: Ahmad Zainul Muttaqin
 

Halloo "pengantin", apa kabarmu disana? Apa kabarmu setelah membunuh polisi dan warga sipil? Sudahkah kau mendapat janji Tuhanmu yang kau pelintir itu? Sudahkah kau bercinta dengan 72 bidadari yang kau idam-idamkan itu? Sudahkah kau dapatkan surga yang sejak di dunia selalu kau kapling untuk kelompokmu sendiri itu?

Apa yang kalian lihat hari ini? Apa ini hari yang indah bagi kalian di alam baka?

Maaf, mungkin kalian sedang malas bicara tentang dunia, karena kalian sedang ber-asyik masyuk bercinta ala kamasutra dengan 72 perawan yang kalian impikan. Mungkin kalian sedang menikmati hari-hari penuh "gairah" sebagai pengantin baru. Tapi saya cuma ingin memberitahukan, bahwa berkat aksi "jihad" kalian kemarin seorang office boy dan polisi telah menjadi korban.

Sang polisi tak bersalah yang kau tembak di perut itu kini masih tak sadarkan diri berjuang antara hidup dan mati. Anak-anak dan istrinya menangis tak henti-henti. Jika polisi itu "bersalah" di mata kalian lantaran kalian anggap "antek thoghut", lalu apa salah anak-anak dan istri mereka?

Bukan bermaksud mengganggu "bulan madu" kalian wahai "pengantin". Tapi ketahuilah, berkat aksi "jihad" kalian, istri sang office boy itu kini menjadi janda dan anak-anaknya menjadi yatim. Siapa nanti yang akan menafkahi mereka? Siapa yang akan memberi mereka makan dan membiayai mereka sekolah?

Sejak hari itu kalian telah memisahkan seorang ayah dari anak-anaknya, seorang suami dari istrinya. Hari yang indah kan bagi kalian?

Saya cuma mau tanya sama kalian, apa salah istri dan anak-anak mereka terhadap kalian? Jika Nabi memerintahkan untuk menyantuni dan menyayangi anak-anak yatim, kalian justru membuat beberapa anak lagi menjadi yatim tanpa hak. Ingat, TANPA HAK!

Apa dengan ini kalian mengharap surga Tuhan Yang Maha Penyayang? Apa kalian pikir Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim itu lupa dengan penderitaan para istri yang menjadi janda dan anak-anak yang menjadi yatim lantaran aksi kalian?

Apa dengan menzalimi orang lain kalian merasa "berjihad" di jalan-Nya? Jika kalian mengharap kasih sayang Tuhan dengan menzalimi orang lain, maka sungguh kasih sayang Tuhan lebih layak diberikan pada orang yang kalian zalimi, bukan pada orang yang berbuat zalim.

Maaf "pengantin", bukan maksud saya mengusik "kebahagiaan" kalian disana. Bukan juga maksud saya membuka luka lama. Tapi jika kalian sangka dengan cara ini kalian mengharapkan surga-Nya, maka terkutuklah pemahaman kalian. Jika ini yang kalian sebut sebagai "jihad", maka biarkan jari tengah saya teracung untuk "jihad" kalian.

Ya, sampai disini saja surat saya. Saya tidak ingin bicara lama-lama dengan kalian karena saya tak bisa menahan rasa mual. Semoga hari kalian indah disana wahai "pengantin". Silakan lanjutkan "bulan madu" kalian di alam baka.

Sekian & tanpa hormat,

Friday, January 22, 2016 - 02:15
Kategori Rubrik: