Surat Untuk Mas Tommy Soeharto

Ilustrasi

Oleh : Iyyas Subiakto

Dua hari sblm reuni konyol 212 yg berhasil mengerdilkan bendera merah putih dan menomorsatukan bendera HTI atau bendera apalah yg diletakkan diatas bendera sebuah negara berdaulat Indonesia, ramai kultwit bhw anda mendanai acara itu. Bukan tanpa dasar memang kl kami sejak lama mencurigai anda terlibat banyak dlm aksi konyol, murah dan memuakkan itu krn kehadiran anda dlm setiap momen kumpul2 bersama FPI sll ada dgn orang yg sama.

Mas Tomy, sbg putra ex presiden yg berkuasa 32 thn anda harusnya lbh Indonesia dari kami yg cuma bs mengerti Indonesia tanpa bs menjalankan sbgmn mestinya, namun hal itu malah sebaliknya, anda dekati orang2 kelas murah yg cuma mau materi dan mementingkan diri sendiri. Anda hrsnya tau bgmn 32 thn Pak Harto membangun Indonesia?, walau banyak catatan kesalahan termasuk bgmn para kroni dikayakan, lawan politik dibenamkan, keluarga dinomorsatukan dgn kasih sayang berlebihan sampai lupa mana yg harusnya utk negara dan mana buat keluarga, kalian sdh kaya digdaya dgn harta tdk kira2 dan ini bkn cuma cerita tapi nyata. Ada rasa marah ada rasa membela kepada keluarga cendana, dan hal itu biasa krn cara pandang rakyat yg berbeda, sy adalah salah satu orang yg memilih tdk suka dgn kel cendana krn catatan masa lalu yg membuat banyak catatan memilukan, tapi perasaan itu bkn sebuah dendam dan harus padam utk bisa berpikir lbh rasional ke masa depan Indonesia.

Berpikir simpel, sy kebayang kalau uang yg bgt besar ditangan kel cendana bs difokuskan mengurus sosial. Anak2 Indonesia masih jutaan putus sekolah, terpapar narkoba yg bth rehabilitasi, keluarga miskin yg bth bantuan, pengobatan, dll. Pemerintah sdh berusaha kesana nmn tetap bth bantuan dari yg lain.

Saya kok haqul yakin Mas Tomy punya hati melihat kerja Pak Jokowi yg sdg berbenah tanpa lelah. Seyogianya kel cendana bisa membantunya bkn malah mengganggunya, berkumpul dgn orang2 yg tak jelas kerjanya buat negara, contoh Jakarta yg diambil alih paksa dari Ahok sang pengabdi, skrg dipegang pecundang yg menang dgn cara curang. Menyiapkan APBD saja kelihatan mau dibuat bancaan.

Mas Tomy tdk bs menutup mata bhw kaum radikal yg nyaris rendah akal hanya mengganggu jalannya sebuah pemerintahan bukan membaikkan, dan memperburuk kondisi yg sdg diperbaiki. Anak negeri haruslah terlibat agar tujuan itu bs kita dapat.j

Tidak perlu panjang lebar sy menulis, intinya bhw Mas Tomy dan keluarga bs berkontribusi membangun negeri dari sisi kegiatan sosial, lakukan rekonsiliasi tdk perlu gengsi, dgn demikian kami yg terus menghakimi bs mengerti bhw sebuah kesalahan bs diperbaiki bila kita membuka diri bkn dgn tinggi hati. Jauhi para penjilat yg cuma memanas2i bhkn menjanjikan Mas Tomy jd presiden. Perlu introspeksi kl bisikan itu ditiupkan, jujur bhw pasar blm memihak kesana, buat apa juga jadi presiden yg dipaksakan, akan tercatat dunia akhirat kl kel cendana membumi membangun negeri dgn mengurusi wilayah sosial utk kebutuhan yg lbh kolosal.

Bangunlah Indonesia bersama2 tanpa terbelenggu masa lalu, catatan keburukan dijadikan cermin utk usaha perbaikan kedepan agar kita tidak terjebak pd perdebatan saling menyalahkan, apalagi niat saling menjatuhkan. Indonesia tdk bs dibangun dgn masa lalu, Indonesia butuh masa depan yg berpengharapan. Bantu dan dukung Pak Jokowi menguatkan pondasi agar kt kuat tegak berdiri, bukan malah dicaci maki dan melindungi pencuri.

Sumber : Status Facebook Iyyas Subiakto

Monday, December 4, 2017 - 13:15
Kategori Rubrik: