Surat Untuk Kader HTI

Ilustrasi

Oleh : Jody Ananda

Buat adek adekku kader-kader #HTI, daris, simpatisan khilafah (baik yang maujud maupun ghoib) yang Aa sayangi,

Tidak perlu gundah gulana sebab HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) kini adalah organisasi terlarang. Keputusan yang sah dan resmi.

Fahamilah, bahwa konsep khilafah versi HTI, yang diasas oleh pendirinya, Taqiyuddin Nabhani, tidak cocok di #Indonesia. Bahkan di tempat asalnya, dan beberapa negeri Arab sekalipun, menolak mentah-mentah konsep itu. Hal ini mestinya membuat antum berpikir, "Kenapa demikian?"

Fahamilah juga, bahwa pendiri bangsa ini juga para ulama. KH Wahid Hasyim, KH A. Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosuyoso, H. Agus Salim, adalah ulama dan cendekiawan Islam.

Jangan bersikap arogan dengan mengatakan bahwa mereka-mereka tidak pernah baca ayat-ayat tentang khilafah, tidak pernah tahu hadits khilafah atau maqolah (perkataan) Imam Abu Hamid Al Ghazali yang sering antum jadikan hujjah untuk menggelincirkan kaum awam.

Untuk antum ketahui, hasil rapat panitia 9 itu dibawa oleh KH Wahid Hasyim kepada ayahanda beliau, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, untuk dimintai pendapat dan restunya. Dan beliau merestui maklumat yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta itu.

Inilah ijtihad ulama dan pendiri bangsa ini, dengan mengambil esensi dari Piagam Madinah. Inilah Dar as-Salaam, bukan Dar al-Islam. Negara kesatuan yang berlandaskan pada kebersamaan, kebhinekaan, sebagai sebuah bentuk yang maujud pada keberadaan Indonesia itu sendiri. Sampai hari ini, sampai detik ini...

Cintai bangsa ini, karena Allah,
Cintai negeri ini, karena Allah,
Cintai keberadaan bangsa ini, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena Allah jua.
Cintai Allah, karena Allah.

Kembalilah pada rumah hatimu sendiri, ketuk nuranimu dengan lembut, agar bisa bersyukur dengan keberadaan dirimu, keberadaan Indonesia yang mengalir di darahmu.

Come here, come back to papa..

Sumber : Status facebook Jody Ananda

Wednesday, October 25, 2017 - 15:00
Kategori Rubrik: