Surat untuk Felix Siauw

Oleh: Nophie Kurniawati
 

Hallo Ustad Felix. Anda mungkin seorang ustad, saya hanya seorang muslim biasa. Jadi pengetahuan agama anda mungkin jauh lebih baik dari saya. Tapi ijinkan saya juga berbagi "kegelisahan" seperti anda.

To the point saja ya.

Islam itu tidak pernah menjadi biang kejumudan. Tapi orang yang mengatas namakan islam bisa saja melakukan kejumudan.

Syariat islam tidak perlu diatur ulang, tetapi penggunaannya memang perlu teratur supaya tidak disalahgunakan oleh orang yang hanya mengatasnamakan islam, sehingga merusak marwah islam itu sendiri, misalnya dengan mudahnya mengkafir-kafirkan muslim lain.

Menegakkan syariat Islam apakah wajib mendirikan negara kilafah?. Apa ada dalilnya?. Kalau ada, maka seluruh muslim di dunia ini sejak tiadanya kulafaurashyidin, sudah tidak menegakkan syariat. Karena saat ini tidak satupun negara kilafah.

Mau mendirikan negara kilafah itu tidak salah. Yang salah adalah kalau ingin merubah Indonesia yang sudah berbentuk NKRI. Salahnya kepada siapa? Ya kepada negara dan rakyat Indonesia. Lagipula tidak ada perintah Allah untuk merubah Indonesia menjadi negara kilafah. Kalau ada, mana dalilnya?

ISIS juga mau mendirikan negara kilafah, tapi dengan cara menginvansi negara berdaulat dan membunuhi siapa saja yang tidak segolongan. Dengan kekejaman yang di luar batas. Apakah itu atas nama Islam?. Apakah itu baik untuk Islam?. Apakah itu bukannya merusak citra Islam? Tapi kenapa kalian tidak pernah mengutuk perbuatannya?. Apakah yang seperti itu yang kalian perjuangkan?.

Sekarang ini di Indonesia, juga banyak yang mengakunya muslim, berlindung di balik demokrasi dan kebebasan berpendapat untuk mengutuk dan mentoghutkan demokrasi, mentoghutkan negara tempat dia tinggal.

Banyak orang di sebut cendekiawan Islam, tetapi gemar mengkafir-kafirkan dan membid'ah-bid'ahkan umat islam lainnya, menganggap dirinya yang paling Islam.

Saya insya allah jadi muslim sejak lahir, belum pernah di goblok-goblokkan, dimusuhi, dikafir2kan oleh penganut agama lain, tapi lihat ini, justru oleh orang-orang yang mengaku muslim juga. Orang paling atas itu adalah golongan sampean. Jadi yang kasar itu siapa?

Mencela komunis, mencela kapitalis, dan semua yang bukan golongannya di musuhi meskipun sama muslimnya. Tapi tidak segan bekerja sama dengan non muslim, punya kantor dan perwakilan di negara2 kapitalis dan mau ikut aturan mereka. Kenapa tidak mencoba di Rusia, di China atau di Korea Utara dengan mengganti ideologi komunis disana?. Kenapa menganggap penting jasad komunisme di Indonesia yang sudah lama tiada?. Kenapa tidak berjuang disana? Takut mati?. Bukankah sudah punya kapling surga? Apa sudah di jual kaplingnya?.

Dengan yang segolongan bagi-bagi kapling surga, dengan yang tidak segolongan mengkafir-kafirkan, hanya karena beda pandangan, bahkan dalam urusan duniawi. Apalagi kepada umat agama lain?. Tidak sadar dirinya berasal juga dari mereka.

Dengan dalih membela Islam, negara di togutkan, demokrasi d toghutkan, Pancasila di togutkan. Republik akan di runtuhkan. Tapi di negara barat yang sudah jelas sekuler, kapitalis, liberal dan komunis, yang muslimnya cuma sedikit, diam tidak berkata-kata.

Maka ijinkan saya bertanya, Apa yang muslim cuma sampean dan teman sampean?

 

(Sumber: Facebook Nophie Kurniawati)

Monday, May 16, 2016 - 22:30
Kategori Rubrik: