Surat Terbuka untuk Paslon No 2

Oleh: Iyyas Subiakto

 

YTH, 
TUAN-TUAN YANG TERHIMPUN DALAM PASLON NO.2.

Hal : PILPRES BERMARTABAT.

Salam Indonesia,

Pesta demokrasi 5 tahunan sedang dipersiapkan. Tahun 2019 adalah tahun dimana pileg dan pilpres dilakukan bersamaan. Disana akan ada beban berat para caleg pendukung paslon presiden. Selain harus menguras energi untuk dirinya sendiri, dia juga harus memikirkan paslon pilihan partainya sekaligus menguji komitmennya.

 

 

Rivalitas PS vs JKW sejak 2014, dimana PS harus menerima kenyataan kalah, dan sekaligus harus menanggung malu dari sujud yg tak terwujud harusnya sudah lama selesai, namun tidak demikian adanya. Kami merasakan kelanjutan rivalitas berlangsung di Senayan seolah menjadi gedung tandingan istana, penggalangan suara koalisi siap menghabisi JKW, seolah tidak ada kebaikan dalam pengabdiannya kepada negara. Presiden yg secara demokratis dan konstusional terpilih itu dibuatkan stigma seakan rakyat salah pilih.

Dari awal kemunculan JKW sebenarnya kalian sudah kalah nyali. Adanya isu PKI, serangan Obor Rakyat yg didanai, berlanjut demo berjilid memakai tangan haram FPI, memaki-maki pancasila, serta HTI yg akan mengganti idiologi. Demo 411, 212, dan apalah yg kalian siapkan semua bertujuan meremukkan JKW, aroma makar tercium kuat, karena bila berhasil PS melenggang ke istana sebagai pasangan pemenang kedua, itu cara pintas yg murah dan lumrah dari akhlak yg penjarah.

Kami tidak dalam kapasitas menilai karir PS tentang jenderal pecatan, penculikan, dsb. Kami hanya mengingatkan kepada kalian yg merasa dirinya mulia. Kalian pernah punya jabatan, kalian berpendidikan, kaya raya, digdaya, dan kadang besar kepala, karena kalian lupa bahwa yg kalian kerjakan apakah itu kebaikan atau sebaliknya, semua berdampak kepada Indonesia yg didalamnya ada 256 juta jiwa dgn hak yg sama sbg bangsa. Indonesia ini bukan cuma kalian yg punya. Sekali lagi Indonesia bukan kalian yg punya. Bahkan semua binatang yg hidup dalam alam Indonesia punya hak utk hidup bersama, walau mereka tidak menyumbang suara. Dan niat berkuasa.

Kalian itu pintar, berakhlak?, cuma salah mikir saja. Sudut pandang kalian fokus pada kekuasaan dan penguasaan, untuk kepuasan sepuas-puasnya, sementara JKW fokus dan amanah kepada pemerataan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Itu bedanya negarawan dgn yg haus kekuasaan dan gaya-gayaan.

Tuan-tuan yg rupawan, sebenarnya apa tujuan tuan membuat kelompok seolah harus melawan. Apa salah pemerintahan ini, apa salah JKW. Beban apa yg kalian pikul, seolah kalian pelindung rakyat yg terpukul. Apa kalian lupa sebagian dari kalian pernah hidup senang di zaman orba, bahkan sampai sekarang kenikmatan itu masih kalian bawa berupa simpanan harta yg ukurannya bisa jadi tak terkira, apalagi tuan SBY yg 10 thn meneruskan gaya orba, tak usah ditanya tuan dapat apa, hanya tuan dan Tuhan yg tau angkanya, kami cuma mencium aromanya bahwa tuan ada apa-apanya.

Kalau sekarang kalian beroposisi dgn JKW, jangan pula kalian beroposisi dgn kami, rakyat ini berdaulat jangan kalian anggap ulat tanpa geliat. Prilaku kalian disaksikan 256 juta pasang mata. Jangan kalian mengumbar kebodohan murahan, anak dan cucu kita sudah melek semua, gadget ditangan internet berseliweran, kalian baru mangab mau berucap, data dan gaya kalian sudah sampai ditangan mereka dalam hitungan kedipan mata.

Tidak salah kalian berusaha mengumpulkan suara, hanya caranya kelihatan " JAHAT " padahal kalian bergaya sok bermartabat. Kebaikan dan kebenaran semua kalian salahkan, seolah mataharipun harus terbit dari selatan, karena kalian anggap tak sepemikiran. Dalam satu dialog kami dgn JKW , beliau mengatakan ;

INI BUKAN MASALAH SAYA MENANG ATAU KALAH, INI MASALAH KELANGSUNGAN INDONESIA KEDEPAN. KARENA KITA SUDAH TERLAMBAT 30 THN. KALAU PEMBENAHAN TIDAK DILAKUKAN SEKARANG DAN DILANJUTKAN DGN KESUNGGUHAN, MAKA KITA AKAN MUNDUR LAGI 40 THN KEBELAKANG.

Statement diatas adalah statement seorang negarawan, bukan orang yg menebar kekhawatiran, seharusnya kalian pahamkan di hati kalian agar tidak dihampiri setan. Tapi kalau orientasi kalian hanya kekuasaan, nafsu kalian tak pernah terpuaskan, pada akhirnya negara dan rakyat ini akan kalian jadikan barang mainan, sampai batas dimana mata hati kalian disadarkan, kalian baru sadar bahwa diatas sana ada kekuasaan yg bisa menghancurkan nafsu kalian. Yang selama ini kalian nyaman dalam dekapan setan, berprilaku kesurupan berkepanjangan.

Tuan-tuan yg dimuliakan setan, andai saja kalian masih sempat berkaca, coba tanya kepada bayangan kalian, apa disana tidak ada kebohongan bahwa kalian telah melakukan kesalahan dalam usaha membenturkan antara rakyat dgn rakyat, antara pemerintah dgn rakyat. Hasil pembangunan kalian salahkan, harga cabe kalian permasalahkan, yg tembre-tembre kalian perbincangkan, nyinyirnya bak banci gak didatangi pelanggan, pulang kesiangan, seharian uring-uringan.

Kalian lontarkan janji kampanye murahan yg menyesatkan. Tidak akan ada import, gaji guru naik menjadi 20 jt, masih melempar isu PKI, menghapus pajak speda motor. Lontaran janji ini jelas janji tolol. Ini yg disebut negara dan rakyat ini akan kalian jadikan mainan. Prilaku luar biasa ini merusak tatanan berpikir dan mendidik masyarakat menjadi mental gratisan. Negara ini dikelola dgn hitungan keuangan yg tidak sembarangan, dituangkan dalam APBN dan dikontrol, ini kan sebuah negara, bukan rumah jompo yg cuma melakukan pengeluaran tanpa pemasukan. Heran, kalian ini ngawur kok seragam.

Masih nyata didepan mata, coba lihat Jakarta, jangan kalian tutup mata. Itu hasil karya kalian semua. Kebaikan Ahok dalam menata Jakarta didustakan melalui agama, sekarang porak-poranda kalian seolah buta semua, APBD depisit 16 triliun pembangunannya entah kemana, uang negara diacak-acak, lingkungan yg tertata dirusak. Ngurus kali dan pasar saja tak bisa, bagaimana mau ngurus negara. Sudahlah, kalian itu pecundang semua, tak perlu marah, tafakur saja agar hati iklas menerima bahwa kalian tak layak memimpin Indonesia.

Sekarang makin banyak anak muda yg lebih mampu berkarya, yg usia 60an sudah masanya dipensiunkan.

HENTIKANLAH GEROJOKAN ISU MURAHAN. Mari berbagi pencerahan untuk rakyat yg butuh kesejahteraan dan masa depan, jangan memproduksi produk kegaduhan, karena sangat merugikan. Negeri indah ini jangan di cacah karena nafsu duniawi, kita bersama butuh jembatan menuju surgawi, walau jalannya sendiri-sendiri tapi untuk kebaikan kita tidak bisa berjalan sendirian.

Jangan lagi jualan pete, hoaks, tampang murah, kemiskinan, export import, dan janji yg membuat halusinasi makin tinggi. Kalian itu orang pintar, hanya saja lupa cerdas, sehingga kelihatan jadi beringas, semua kebaikan mau kalian libas padahal usia sudah terbatas. Letakkanlah nafsu disudut kebenaran, insyaallah kalian dilingkupi kebaikan. Dimudahkan dalam menutup usia dgn khusnul khatimah.

Allah berfirman : Kamilah yg menghidupkan orang mati, mencatat amal perbuatan, dan bekas-bekas yg ditinggalkan. ( Ysn 36:12 ).

Semoga firman itu mengingatkan kita, bahwa kita sama-sama nengurus negara yg ada catatannya, bukan sedang menunggang kuda lengkap dgn kacamatanya. Tidak salah terus melihat kedepan, tapi jangan lupa kita punya catatan yg kelak dipertanyakan sebagai pertanggung jawaban. Mari bersama-sama kita doakan agar Jokowi bisa mengemban kebaikan. Indonesia harus No.1, agar kita kokoh bersatu. Bukan kami mengabaikan No.2, cuma saja sekarang bukan saatnya, karena pembangunan yg sedang berjalan harus dilanjutkan, tidak boleh dihentikan dgn alasan ganti pemimpin negara.

Cukuplah Jakarta sebagai contohnya, tapi Indonesia tidak kami biarkan diurus oleh orang yg cuma mengurus kepentingan golongan. Terima kasih semoga tuan-tuan berkenan melihat kedepan dgn mengingat catatan yg pernah tuan goreskan. Dan semuanya ada dicatatan Tuhan.

Mari menyatukan kebaikan untuk Indonesia, bukan rebutan jabatan untuk kekayaan golongan. Masa orba jadi catatan kelam, bahwa kita pernah merasakan kebijakan yg luput dari kebijaksanaan dan kemanusiaan.

INDONESIA BUKAN BARANG MAINAN, JANGAN DIHEMPASKAN OLEH NAFSU SESAAT YANG TIDAK BERMARTABAT. AKHIRI HIDUP DENGAN KEBAIKAN, JANGAN MATI JADI BAJINGAN.

Iyyas Subiakto.
261118

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, November 27, 2018 - 00:30
Kategori Rubrik: