Surat Terbuka untuk Negara Indonesia

Oleh: Nurul Indra
 

Kepada Negara Indonesia, aku sudah nggak tau lagi harus minta tolong pada siapa. Ini perkara nasib demokrasi, nasib hak rakyat untuk berpendapat. Ini adalah kekhawatiran kami atas dampak kasus Ahok terhadap kebebasan kami untuk berpendapat tentang agama.

Aku tujukan keluh kesah ini bukan lagi kepada presiden, tetapi kepada Negara Indonesia. Siapapun yang merasa bagian dari Negara Indonesia, khususnya yang berwenang menentukan dan memengaruhi kebijakan untuk menjamin dan melindungi kebebasan berpendapat rakyat Indonesia, tolonglah kami.

Percayakah kalian, dampak dari diprosesnya kasus Ahok ini adalah, membuat manusia-manusia beragama yang merasa paling benar, paling berhak memghakimi, mudah marah dan sakit hati, akan termotivasi untuk menuduhi siapapun yang berani mengungkapkan pendapat yang bertentangan dengan mereka? Mereka bukan hanya akan menyerang pejabat publik saja, tetapi juga rakyat biasa seperti aku, kami, dan mereka. Ini bukan hal mustahil.

Selama ini, Negara Indonesia dengan segenap itikad baiknya, berusaha mengalah dengan kelompok fanatik radikal itu. Pertimbangannya, demi demokrasi, memberi kebebasan mereka berpendapat, demi kebaikan bersama, demi ketentraman, demi stabilitas. Apa benar akhirnya semua bebas berpendapat? Apa benar jadi tentram, damai, stabil, semuanya baik?

Silahkan dibuktikan, bahwa kedamaian yang timbul dari membiarkan kaum fanatik radikal itu membuat tuntutan semau sendiri, melalui kasus ahok, hanyalah kedamaian semu. Kedamaian sesaat. Mengertilah, di antara kami mulai ada yang takut menulis, takut berpendapat. TAKUT KALAU AKAN DIKASUSKAN SEPERTI AHOK!

Negara menjamin kebebasan berpendapat Habib Rizieq dkk. Lalu bagaimana dengan jaminan kebebasan pendapat bagi kami yang nggak sepaham dengan mereka? Apa karena kami baik, kami mau mengalah, lalu hak kami diabaikan?

Mengalah dengan orang-orang yang suka memaksakan kehendak seperti mereka itu adalah hal baik. Tapi, menurutku itu bukan yang terbaik untuk kasus kaum fanatik radikal di Indonesia ini. Mereka butuh ketegasan, semacam tegasnya Erdogan.

Bagi kaum pembela HAM yang mau protes, tolong pahamilah. Bukan bermaksud membungkam para kaum fanatik radikal itu, bukan bermaksud mengebiri hak asasi mereka untuk berpendapat jika negara harus tidak mengijinkan sebagian aksi-aksi mereka. Tetapi, dampak dari aksi-aksi mereka itu justru malah membungkam kebebasan berpendapat golongan lain yang nggak sepaham dengan mereka.

Silahkan dibuktikan, setelah diprosesnya kasus ahok, apakah golongan fanatik radikal itu mulai mengancami rakyat-rakyat yang menyuarakan pendapat yang tidak sepaham dengan mereka? Apakah mereka makin berani menyerang siapapun yang dituduh menistakan agama? baik menyerang dengan ancaman kekerasan, maupun dengan ancaman hukum?

Penyelesaian yang terbaik memang dari akarnya. Hapus pasal hate speech lex spesialis penistaan agama. Itulah akarnya. Pasal itu hanya akan menimbulkan perpecahan antar umat beragama.

Tolong lindungi hak kebebasan berpendapat kami. MESKI AKU TIDAK TAKUT.

 

(Sumber: Status Facebook Nurul Indra)

Wednesday, December 21, 2016 - 17:15
Kategori Rubrik: