Surat Terbuka untuk Driver Ojol

Oleh: Rudi S Kamri

 

Kepada Yth.
Saudaraku Driver Ojol yang Membuat Narasi Provokatif

Saudaraku,
Saya sudah melihat postingan video anda yang pada intinya protes kepada negara, perusahaan dan yang lain terkait kondisi terdampak pandemi Covid-19. Dan saya tidak akan pernah mau me-reposting ulang video 'caper' anda karena saya tidak akan pernah sudi menjadi agen distribusi pameran kebodohan yang anda suarakan.

 

Tahukah anda, bahwa saya dan ribuan orang di Indonesia jauh sebelum anda teriak-teriak provokatif, kami sudah memikirkan nasib saudara-saudara kami pengemudi Ojol yang sudah pasti akan terdampak dengan adanya wabah ini. Dengan berbagai cara kami lakukan untuk berusaha membantu saudara-saudara kami Ojol. Sekemampuan kami.

Ada yang pesan makanan dua, satu untuk pemesan dan satunya untuk pengemudi Ojol. Ada yang sengaja pesan tapi minta tidak usah diantar pesanannya karena memang sengaja membelikan untuk pengemudi Ojol. Ada juga yang memberikan tips yang lebih besar, dll. Dan beberapa kelompok masyarakat juga sudah keliling dengan membagikan paket sembako atau nasi bungkus. Dan banyak cara yang lain. Intinya kami semua ingin sedikit meringankan beban saudara- saudara kami para pengemudi Ojol.

Cukupkah?
Saya yakin pasti tidak akan cukup. Karena kami menyadari kebutuhan anda semua jauh dari yang kami berikan. Tapi setidaknya inilah bentuk empati sosial kami kepada saudara-saudara kami pengemudi Ojol. Bahkan saya pribadi mengusulkan ke manajemen perusahaan aplikasi dimana anda semua bernaung untuk membuat program kepedulian sosial untuk membantu mitra pengemudi. Dan ternyata perusahaan aplikasi sudah membuat program kepedulian sosial yang selaras dengan usulan saya.

Cukupkah?
Sayapun yakin program tersebut juga tidak bisa 100% menutupi kebutuhan anda semua. Pemerintah pun juga sudah membuat program Jaring Pengaman Sosial berupa bantuan sosial kepada masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi covid-19. Dan mungkin kalian salah satu obyek yang menerima bantuan tersebut asal kalian proaktif melaporkan ke RT dimana kalian tinggal. Cukupkah? 

Tidak akan mungkin Pemerintah, perusahaan dan kami semua bisa 100% menutup kebutuhan anda semua. Masalahnya obyek terdampak yang perlu dibantu bukan hanya kalian saja. Jutaan masyarakat lain juga sangat memerlukan bantuan. Secara obyektif masih banyak kelompok masyarakat lain yang lebih menderita dibanding anda.

Pada saat anda teriak-teriak provokatif yang menyalahkan Pemerintah, jujur membuat kami kecewa. Terus terang kamipun juga mengalami ketidakpastian penghasilan dengan adanya wabah corona ini. Manakala dalam kondisi sulit yang kami hadapi tapi kami masih punya kepedulian sosial untuk membantu saudara-saudara kami yang lebih tidak beruntung, kemudian kami mendengar dan melihat betapa kalian seperti tidak tahu diri, jujur hal itu membuat kami mengelus dada dan sedikit berubah sikap. 

Ada beberapa teman bilang: "Untuk apa kita membantu orang yang belagu? Lebih baik bantuan kita salurkan ke kelompok masyarakat yang lain, karena mereka juga jauh lebih membutuhkan kok." Jujur saya tidak menyalahkan sikap mereka. Karena hal itu merupakan hak mereka bereaksi atas narasi provokasi kalian. Tapi di sisi lain saya juga menyadari bahwa kalian yang provokatif itu sejatinya TIDAK MEWAKILI mayoritas pengemudi Ojol. Banyak pengemudi Ojol lain yang tetap tekun bekerja pantang menyerah.

Saudaraku,
Tahukah kalian bahwa sikap kalian yang menuntut terlalu berlebihan itu telah mematikan rejeki teman-teman kalian sendiri? Alih-alih kami semakin peduli, yang terjadi kami semakin tidak simpati. Dan respons kami ini secara langsung telah merugikan pengemudi Ojol lain yang tidak masuk kelompok kalian. Dari pembicaraan saya dengan beberapa pengemudi Ojol lain, mereka juga kecewa dengan sikap arogansi kalian.

Kalian minta Pemerintah memberikan uang Rp 100 ribu per hari kepada kalian. Ini usulan kaum pemalas yang tidak masuk akal dan tidak tahu diri. Dan saya yakin usulan sesat ini pasti tidak akan dikabulkan. Tidakkah kalian bersyukur bahwa kalian masih punya pekerjaan yang bisa menghasilkan uang? Mungkin sangat jauh berkurang dibanding sebelumnya. Tapi inilah keadaannya. Ini keadaan sulit dan semua orang di negeri ini termasuk saya pun terdampak karena adanya wabah corona ini.

Kalian minta diperbolehkan bawa penumpang. Tahukah kalian kalau anda membawa penumpang dengan jarak yang berhimpitan di atas sepeda motor potensi penyebaran virus corona ini semakin tidak terkendali? Disamping membahayakan anda dan orang lain, hal ini akan membuat penanganan Covid-19 semakin lama dan kondisi sulit ini akan semakin berlarut-larut. Bukankah itu membuat kalian semakin tambah terpuruk?

Berpikirlah dengan menggunakan akal sehat dan nurani bersih. Kalau hanya mengedepankan emosi, hal itu akan membuat kami semakin tidak simpati dan kehilangan empati. Ujungnya kami akan menjadi tidak peduli. Jangan korbankan temanmu, juga jangan tutup rejeki temanmu dengan sikap provokasimu, saudaraku.

Percayalah kami akan tetap peduli untuk saling berbagi, kalau anda mau belajar bersikap rendah hati.

Mudah-mudahan badai ini segera berlalu, Aamiin YRA

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Sunday, April 12, 2020 - 12:45
Kategori Rubrik: