Surat Terbuka untuk Anies

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Anies, sewaktu pilkada DKI yang brutal itu - saya tidak memilih kamu, tapi juga tak memilih Ahok - sebab saya memang bukan warga DKI. Tapi maaf, saya mendukung habis-habisan Ahok dengan cara saya - meski akhirnya kalah juga secara brutal.

Kenapa saya tak mendukungmu ? Karena bagi saya - kamu sebagai tokoh muda yang sempat saya kagumi - belakangan sudah kehilangan integritasmu. Integritas, satunya kata dan laku. Kamulah yang mengumandangkan tentang 'merajut tenun kebangsaan' - namun kamulah, yang setidaknya mendiamkannya - tatkala tenun kebangsaan itu dirobek habis selama pilkada DKI.

Kekuasaan ternyata mampu meneteskan air liurmu dan membuatmu mengabaikan integritasmu. Dan kini kamu akhirnya menang, bahkan hari ini kamu dilantik secara resmi. Selamat !

Saya selalu belajar untuk menjadi rakyat yang baik. Dan Ibu kota - meski saya bukan penduduknya - adalah 'milik' saya juga sebagai rakyat. Jakarta adalah jendela negeri, barometer kehidupan 'ipoleksosbudaghankam' yang krusial dan sensitif. Nasibnya dipertaruhkan di pundakmu untuk lima tahun ke depan. Maka meski kamu sempat menyimpan integritasmu di dalam lemari, saya percaya kamu akan memakainya kembali. Sebab Jakarta membutuhkan integritasmu, bukan sekadar janji-janjimu. Entahlah jika kamu memang mau menyimpan rapat integritasmu di dalam lemari dan tak ingin memakainya kembali, karena kamu sekadar ingin menikmati kekuasaan. Jakarta akan menjadi ibu kota yang malang.

Seperti halnya saya dulu memilih Prabowo ketika Pilpres - meski ternyata Jokowi yang terpilih - saya akhirnya tetap mendukung presiden yang terpilih secara sah dan konstitusional. Dan ternyata Jokowi mampu menunjukkan integritas, kualitas kepemimpinan dan kinerjanya. Tak ada alasan bagi saya untuk tak mendukungnya, bahkan kelak saat pilpres 2019.

Sama halnya denganmu. 
Meski saya mendukung Ahok, namun kini kamu yang terpilih - maka saya akan mendukungmu. Terlebih lagi jika kamu mampu menunjukkan integritas, kualitas kepemimpinan dan kinerjamu. Tak ada alasan bagi saya untuk tidak mendukungmu seperti halnya saya mendukung Jokowi. Saya akan all out.

Namun jika sebaliknya yang terjadi, maka saya akan menjadi salah satu rakyat yang mengkritisimu habis-habisan. Terlalu konyol mendiamkan Ibu kota negara besar dan indah ini di tangan orang yang tak mengurusnya dengan baik dan benar.

Tantangan integritas terbesarmu yang pertama adalah bagaimana kamu bisa menjaga amanah warga - menjaga uang mereka dan berani menentang siapapun penagih janji konyol yang menciderai hati rakyat. Sebaliknya, kamu wajib punya keberanian untuk memenuhi semua janjimu pada warga DKI.

Dari Ahok saya belajar untuk menerima dan memaafkan, juga untuk tak membenci siapapun yang menyakitinya. Maka saya juga akan belajar untuk menerima dan memaafkanmu, juga tak membencimu.

Tidakkah kamu juga ingin belajar sesuatu yang baik dari Ahok ? Tidakkah sesekali kamu ingin mengunjunginya ? Bukankah itu bagian dari 'rekonsiliasi' atau ekspresi kebesaran jiwamu sebagai pemimpin baru Jakarta ?

Anies, adakah kamu memiliki kerendahan hati itu ?

Selamat bekerja...

God bless you Anies..

Salam hormat saya,

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Monday, October 16, 2017 - 16:45
Kategori Rubrik: