Surat Terbuka Kedua Kepada Prabowo Subianto

ilustrasi

Oleh : Agus Wibowo

Kepada :
Prabowo Subianto yg maunya selalu dihormati

Mohon maaf sebelumnya, surat terbuka ke-2 ini terpaksa kami buat dgn pilihan bahasa yg tdk seindah surat ke-1, krn sampai saat ini ternyata anda tdk juga bersedia mengubah sikap & cara berpikir anda yg sdh sangat usang.

Surat ini adalah wujud dari kegelisahan hati kami sbg anak bangsa yg cinta damai.

Harus kami akui, anda telah sukses membuat bangsa ini gaduh luar biasa sejak anda mendaftar capres pilpres 2019. Itu prestasi terhebat anda sejauh ini. Jumlah kampret pendukung anda semakin beranak-pinak sejak anda nyapres, persis spt wabah kolera yg menular kemana-mana.

Sejak pencalonan anda, kami sdh mau muntah rasanya krn kami yakin anda pasti akan mengulangi kelakuan yg sama spt saat pilpres thn 2014 yg lalu.

Seharusnya anda tdk lolos tes kejiwaan. Kami menduga krn hanya ada 2 paslon, mungkin tim dokter yg memeriksa kesehatan anda saat anda mendaftar jd capres terpaksa meloloskan anda alias mengatrol nilai kesehatan fisik dan jiwa anda. Secara fisik pun kalau tdk salah anda pernah terserang Bell's Palsy yg berpotensi menjadi stroke kalau tdk ditangani dgn baik.

Kalau misalnya anda punya kelainan kejiwaan spt psikopat atau schizophrenia, seharusnya anda jangan nyapres... tp berobat ke dokter !!!

Sungguh sebuah bencana sejarah tatkala anda lolos jd capres lg utk pilpres 2019. Memang itu hak konstitusional anda, tp anda bikin ribet orang se-Indonesia, tahu gak sih !!!

Anda sdh tahu pasti kalah, tp masih ngotot maju capres. Dulu saja anda keok, apalagi skrg setelah Presiden Jokowi membangun Indonesia begitu dahsyat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote.

Makanya anda pakai ilmu kampret utk menggapai kemenangan. Anda ber-kali² menyebar hoax alias jd tukang ngibul dr urusan Ratna Sarumpaet sampai Real Count abal².

Kalau anda merasa sbg seorang negarawan, seharusnya sejak awal anda dorong dan dukung org lain yg lebih layak maju utk menantang Jokowi biar lebih sepadan, menarik dan bermutu kontestasinya.

Tapi tentunya jangan asal usung org yg kualitasnya afkiran. Lihat tuh contohnya gubernur DKI Jakarta yg anda usung menantang BTP atas dasar kebencian krn dipecat dr kabinet, hasilnya kecelakaan sejarah !!!

Kami sebenarnya mengerti kalau anda mungkin sakit hati krn dipecat dari militer oleh DKP, apalagi setelah itu kemungkinan besar anda diusir mentah² sambil ditunjuk² muka anda oleh keluarga Cendana dan sekaligus dianggap sbg pengkhianat.

Sudah hilang jabatan, pangkat jenderal, hilang istri pula. Kami turut prihatin, tp tdk bisa bersimpati krn itu buah dari perbuatan anda sendiri Jenderal.

Oleh karena itu, bisa jadi anda mungkin sedang mengemban misi balas dendam, sehingga anda ngotot sekali mau nyapres... who the hell knows ??!!

Makanya, krn hasil Quick Count anda kalah di semua lembaga survey, lantas skrg anda menuduh semua curang. Kubu 01 curang, KPU curang, Bawaslu tdk kompeten, DKPP impoten, lembaga² survey berpihak, ASN/TNI/Polri tdk netral, dll. Anda lupa ya siapa yg memilih anggota KPU dan Bawaslu ?! Dan atas dasar apa KPU dan Bawaslu bekerja ?!

Sepertinya anda serius banget merangkai berbagai narasi gila alias sengaja mengarang cerita yg gak masuk akal dan menyusun rencana plan A s/d plan Z utk memaksakan kehendak anda meraih kekuasaan, termasuk merencanakan people power utk menekan dan mengintimidasi KPU, Bawaslu, DKPP dan MK jika hasil pilpres ini tdk sesuai dgn keinginan anda.

Anda mau mengulang sejarah kelam thn 1998 ???

Anda nampak tak ubahnya spt pelacur kekuasaan... melacurkan diri anda demi merenggut kekuasaan !!!

Anda nyesel ya gak jadi (atau mungkin gak berhasil) mengkudeta mertua anda saat ada kesempatan thn 1998 yg lalu ?!

Trus skrg anda mau mengkudeta dan menyamakan Presiden Jokowi dgn mertua anda yg otoriter, gitu ??!!

Tanya pak JK sebagai saksinya tuh, Jokowi adalah presiden yg paling tegas tp sekaligus paling demokratis yg pernah dia kenal.

Anda harus segera sadar dan bertobat. Hobi menghayal, berbohong dan membual anda jangan kebablasan Jenderal !!!

Saat pemilu 17 April 2019 yg lalu, masak dlm waktu beberapa jam saja sejak pemungutan suara selesai di TPS, anda sdh mengumumkan Real Count internal 62% berdasarkan 40% C1 dari 813 rb lebih TPS... itu artinya sekitar 325 rb C1, padahal saat itu KPU saja baru mengupload C1 di bawah 1%.

Trus saat anda ditantang buka²an data oleh lembaga² survey yg anda tuduh partisan dan anda suruh pindah ke Antartika, anda malah gak berani muncul batang hidung sama sekali. Trus mau anda apa ?? Buka baju sambil diarak main kuda²an ??

Anda bilang Quick Count internal 52,2%, Exit Poll 55,4%, malamnya Real Count 62%, itu pun seharusnya 70-80% kalau gak dicurangi, jangan² gak lama lg jd 100% tuh. Tim kampret anda itu sebenarnya sedang sibuk ngitung suara atau lg ngecharge HP yg suka anda lempar sih ??!!

Tatkala didesak oleh wartawan kenapa angka² tim anda sangat jauh berbeda dgn Quick Count semua lembaga survey yg terdaftar di KPU, tim anda malah menjawab katanya utk mengimbangi persepsi publik thd hasil pemilu... hellooww ???

Lebih parah lagi, salah satu dedengkot gerombolan anda dgn lantangnya mengemukakan di salah satu acara talkshow TV swasta, bahwa krn mereka mendengar desas-desus bahwa Jokowi-TKN akan segera mendeklarasikan kemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin setelah Quick Count disajikan oleh berbagai lembaga survey pd pk.15.00 WIB pd tgl 17 April 2019 yg lalu, maka mereka berinisiatif utk bergerak mendahului TKN dgn cara mendeklarasikan kemenangan Prabowo-Sandi atas dasar Exit Poll, Quick Count dan Real Count internal yg semuanya kami yakini angkanya pasti abal² !!!

Rupanya anda dan tim anda bukan hanya hobi sebar hoax, tp juga senang dengar hoax ya? Koq bisa²nya anda percaya Jokowi akan mendeklarasikan kemenangan berdasarkan Quick Count.

Presiden Joko Widodo gak spt anda dan gerombolan anda. Beliau tdk haus kekuasaan dan tahu tata krama dan sopan santun berdemokrasi.

Tim anda benar² pekok bin koplak, dan seharusnya anda bisa mengendalikan mrk, tp parahnya anda malah ikut larut dlm kedunguan berjamaah !!!

Lengkap sudah sinetron kalian, kampretnya main KPU²an, anda sbg junjungannya main pleciden²an... Ciaaappp Pleciden !!!

Rakyat Indonesia yg waras sdh muak sekali dgn kelakuan anda Jenderal... catat itu !!!

Ingat, 01 atau 02, pemenang pilpres akan ditetapkan berdasarkan hasil Real Count KPU-RI, bukan hasil khayalan atau rekayasa apalagi nyontek dari website judi nomor togel !!!

Juru bicara anda... selain bukan hanya sering ngawur bicaranya, juga sama sekali tdk punya kepekaan thd kemanusiaan. Mereka meneladani anda atau anda meneladani mereka sih ???

Coba anda bayangkan, demi menyukseskan pesta demokrasi ini, berapa banyak anggota KPPS yg gugur dlm tugasnya krn kelelahan, belum lg anggota TNI dan Polri. Masak tim anda mengusulkan spy jenazah para petugas KPPS yg meninggal kalau perlu diotopsi utk mengetahui apakah mrk meninggal krn kelelahan akibat tugas yg hrs segera diselesaikan atau krn stress akibat diintimidasi. Kalau bukan disebut gila bin edan bin sableng, julukan apa tuh yg pantas disematkan kpd tim sontoloyo anda ??!!

Kalau petugas KPPS berniat melakukan kecurangan, ngapain mrk harus berlelah-lelah menghitung suara secara teliti dan cermat sampai kurang istirahat krn dikejar deadline, lebih baik direkayasa saja jumlah suaranya sejak awal.

Para petugas KPPS bekerja tak kenal lelah dlm rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilu 2019. Mereka yg gugur dlm tugas benar² pantas dan layak disebut pahlawan demokrasi... dan jangan anda politisasi jenazah mereka... itu tindakan yg sangat biadab & tidak beradab !!!

TNI dan Polri yg anggotanya sampai berkorban nyawa pun juga anda tuduh ikut campur urusan C1. Ya gara² kubu anda yg sering menciptakan konflik makanya Polri harus & wajib melakukan pemetaan potensi konflik di masyarakat sbg tindakan preventif. Paham gak anda ??!!

Presiden Jokowi pun sdh berbaik hati ingin bertemu dan merangkul anda tanpa mempermalukan anda. Tapi anda terlalu sombong & songong menolak bertemu utusan Jokowi yg notabene mantan atasan anda di militer.

Kami mengerti anda dan keluarga mertua anda sangat ketakutan krn mulai September 2019 perjanjian Swiss-Indonesia utk pertukaran data penyimpanan & pelarian aset akan berlaku efektif.

Dipastikan Presiden Jokowi akan mengejar ribuan trilyun Rupiah (ratusan milyar US dollar) yg kemungkinan besar anda, keluarga mertua dan kroni mertua anda sembunyikan di luar negeri.

Pertaruhan terbesar abad ini... pantas anda ngotot sekali ingin berkuasa Jenderal !!!

Makanya, kali ini sebaiknya anda tdk perlu sibuk ngurus kuda lg. Daripada anda harus menanggung malu trus gantung diri krn kekalahan anda kesekian kali, lebih baik anda kabur lg ke Yordania atau nyusul sohib anda yg katanya keturunan nabi. Habitat anda lebih cocok di sana, krn kami di sini semua keturunan nabi Adam & Hawa sangat mencintai perdamaian, sedangkan anda termasuk keturunan hawa nafsu terutama nafsu berkuasa jahiliyah...

Memasuki Ramadhan tgl 6 Mei 2019, bulan yg penuh keberkahan, kami sangat menunggu apakah nama Ahmad yg ditambahkan di depan nama anda bisa mendorong dan menginspirasi anda menjadi manusia Islami lahir batin yg sesungguhnya atau sekedar dijadikan kamuflase murahan utk memainkan politik ayat & mayat episode selanjutnya...

Silahkan anda jawab & buktikan... kami siap menyimak... bukan berdebat...

Semua orang Indonesia yg punya nama Ahmad sangat berharap anda menjadi teladan yg baik, atau setidaknya anda tdk mempermalukan mereka sampai hrs potong kambing ganti nama.

Kami berharap tdk akan pernah ada surat terbuka yg ke-3 utk anda, capek nulisnya tahu, lagipula dgn munculnya surat ke-2 ini saja sebenarnya sdh menunjukkan bahwa anda sangat bebal bin ndableg Ferguso !!!

Rakyat masih banyak yg sabar bro, jangan sampai silent majority bertindak jd people power yg sesungguhnya. Camkan itu boss !!!

SALAM WARAS....

Minggu, 5 Mei 2019

TTD

Rakyat yg menggugat kewarasan anda

Sumber : Status Facebook Agus Wibowo

Thursday, May 9, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: