Surat Terbuka Bagi Yang Meributkan Stuntman Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Rijal Mumazziq

Ada beberapa orang di dunia ini yang meributkan sesuatu yang tidak penting. Penting, bahkan sangat penting bagi mereka, padahal tidak penting bagi sebagian besar lainnya. Misal, apakah di final Liga Champions 2018 kemarin Cristiano Ronaldo pakai sempak rangkap dua. Jika iya, warnanya apa? Apakah Muhammad Salah sebelum bertanding shalat Sunnah terlebih dulu? Benarkah dia berwudlu? Apakah syarat sah dan rukun Wudlunya sempurna? Jika iya, dia menggunakan madzhab Syafi'i, atau Maliki sebagaimana yang berlaku di Mesir? Dan pertanyaan mblegedhes lainnya.

Kini, ada sebagian orang yang meributkan Stuntman alias Stuntrider Jokowi dalam aksi di video yang keren itu. Mereka menyodorkan berita soal Stuntman ini-itu, dan seterusnya. Penting kah? Menjadi prioritas pengetahuan bagi kita? Ada nilai tambah kemanfaatannya kah bagi perekonomian kita? Apakah jika kita tahu nama Stuntrider kita bakal mendapatkan hadiah bacaan al-Fatihah tanpa diundi? Benarkah jika kita tahu nama pemeran pengganti itu cicilan motor kita bakal lunas?

Saking diheboh-hebohkannya soal penunggang motor asal Thailand itu beserta pola penggorengan berita inij, saya lama-lama menduga, setelah BJ. Habibie menemukan teori Crack Progression, mungkin inilah penemuan terhebat bangsa Indonesia di abad 21: Stuntrider Jokowi. Luar biasa penemuan hebat ini.

Baiklah. Karena rakyat Indonesia selalu suka "hikmah di balik peristiwa", maka hal ihwal stuntrider ini punya beberapa faedah yang hendaknya digali secara mendalam dengan irisan tajam, setajam silet, kata Mbak Feny Rose. Inilah di antara panduan untuk menelusuri sosok berhelem tersebut:

1. Nama Stuntman
2. Kewarganegaraan
3. Istrinya orang mana?
4. Anaknya berapa?
5. Punya firasat apa sebelum dikontak oleh timnya Jokowi?
6. Dibayar berapa?
7. Apakah dia pendukung Pak Jokowi, atau diam-diam pengagum Pak Prabowo?
8. Merk sepeda motor apa?
9. Sepeda motor milik si Stuntman atau disediakan timnya Pak Jokowi?
10. Pake Pertalite Turbo atau Pertalite Jomblo. Disediakan oleh tim nya Pak Jokowi atau beli sendiri di SPBU Matraman?
11. Merk sepatunya apa? Kok kintjlong gitu?
12. Benarkah dia pakai sempak rangkap ganda. Apa warnanya?
13. Dia disediakan santapan siang atau tidak? Nasi rames atau Nasi Ramses IV, Firaunnya Musa AS
14. Dia dibelikan tiket pesawat apa? Thai Airlines atau Lion Air? Delay nggak?
15. Nginep di hotel apa? Lantai berapa?
16. Apa nama pemain sepakbola favoritnya? Aktor idolanya siapa?
17. Bagaimana perasaannya bekerjasama dengan timnya Pak Jokowi?
18. Bagaimana pandangan orangtuanya tentang aksinya? 
19. Apa pendapat teman masa kecilnya tentang aksi ini?
20. Kesehariannya bergaul dengan tetangga atau tidak? d
21. Apakah stuntman pernah dilibatkan dalam film yang dibintangi Tony Jaa?

Terimakasih. Sana ambil sepedanya.

Ups!

Jika soal stuntman ini bagimu penting, atau bahkan sangat penting bagi hidupmu, berdebat lah sekehendak hatimu. Silahkan eyel-eyelan. Kemampuan debat online meributkan hal-hal tidak penting ini kabarnya akan dijadikan sebagai Cabang Olahraga Unggulan di ASIAN GAMES beberapa tahun mendatang. Silahkan berlatih dengan gigih, siapa tahu bisa menjadi atlet debat profesional.

Lagi pula, dengan menjadi atlet debat profesional, hal ini bisa menjadi alternatif cita-cita bagi anak-anak. Sebab, selama dua tahun terakhir mereka sudah terlanjur dicekoki propaganda Iminisme. Cak Imin, kita tahu, bukan bercita-cita menjadi presiden, tapi sekadar menjadi wakil presiden saja. Bagi saya ini meresahkan. Maka, pilihan cita-cita menjadi atlet debat profesional saya kira menjadi cita-cita alternatif bagi anak-anak. Toh, tema debat senantiasa terbuka sepanjang tahun: hukum merayakan tahun baru, Valentine Day, Keabsahan Peringatan Hari Kartini, Maulid Nabi, Isra' Mikraj, Nuzulul Qur'an, Ziarah Ke Makam Leluhur, soal BPJS, aturan Zonasi Pendidikan, dan tema-tema rutin lainnya. Paling gres, debat soal vaksin. Luar biasa stok tema debat kita, sodara.

Sekali lagi, ayo berlatih agar bisa menjadi atlet debat profesional. Siapa tahu nanti bukan hanya bisa menjadi cabang olahraga di ASIAN GAMES, melainkan juga di Olimpiade.

Sumber : Status Facebook Rijal Mumazziq

Wednesday, August 22, 2018 - 20:30
Kategori Rubrik: