Surat Tantangan Terbuka Buat Amien Rais

Oleh: Joko Santoso
 

Selamat pagi Pak Amin

Menanggapi pernyataan anda terkait keberadaan Pak Ahok yang akan mencalonkan kembali sebagai gubernur DKI pada periode 2017-2022, saya pribadi kok jadi geli ya pak.. Bagaimana tidak lucu, jika kenyataanya anda adalah seorang tokoh masyarakat yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina partai anda, serta sederet jabatan2 lain yang anda sandang, tapi atas pernyataan demi pernyataan yang kerap anda lontarkan dari jamanya pilpres 2014 hingga sekarang sepertinya akan semakin sulit di terima dengan logika sehat atas janji yang telah anda ingkari dulu untuk jalan kaki Jogja-Jakarta, apabila Jokowi bisa terpilih menjadi presiden. Terkait hal itu pula, saya sendiri menganggap anda pribadi sebagai tokoh masyarakat jadi tak habis pikir dengan bahasa2 serta kalimat yang sering anda lontarkan ke publik terhadap Pak Ahok. "Kenapa bisa demikian ? Saya berpendapat, seharusnya seorang tokoh masyarakat seperti anda ibarat setangkai padi harusnya semakin tua menguning dan berisi semestinya semakin menunduk.. Lha ini kok malah sebaliknya, semakin tua semakin ngacung (tegak). Dari kalimat serta bahasa komunikasi anda yang semakin keras tersebutlah ibarat tanaman padi maka anda adalah padi yang gabug (tidak berisi) alias padi yang bisa di nyatakan gagal panen. Bahkan sayapun tidak begitu yakin jika hal tersebut adalah pernyataan anda yang mewakili sikap partai, tapi kesanya justru cenderung pada pernyataan sakit hati dan dendam pribadi yang mencerminkan kepribadian anda jelang usia anda yang telah renta sekarang.

Rasanya apa yang saya sampaikan terhadap anda juga tak perlu panjang-lebar, tapi akan lebih baik jika diambil point pokok permasalahanya. Bahwa soal jadi atau tidaknya Pak Ahok menjadi gubernur adalah mutlak urusan masyarakat jakarta. Apalagi pencalonanya Pak Ahok juga telah melalui mekanisme sistem yang benar. Justru kenyataanya dari lawan2 politik Pak Ahok sendiri baik melalui pernyataan pribadi maupun statemen2 dari pihak yang berada dalam gerbong politiknya seringkali melemparkan pernyataan2 yang cenderung bernuansa SARA, tak terkecuali anda pak amin.. Begitukah sikap tata-cara berdemokrasi yang anda ajarkan kepada kami2 yang masih muda ini ?

Dan ketika saatnya nanti tahapan demi tahapan yang harus di jalani oleh Pak Ahok hingga beliau bisa terpilih kembali sebagai Gubernur DKI yang berikutnya, apakah anda mau berjanji akan mengulangi kesuksesan anda untuk berjalan kaki dari Jokja ke Jakarta dengan berjalan kaki layaknya apa yang pernah anda lakukan di pilpres 2014 yang lalu ?

Kita hanya masyarakat daerah pak amin. Sekali lagi soal jadi tidaknya Pak Ahok sebagai Gubernur DKI tersebut itu urusan masyarakat DKI. Kita sendiri sebagai penonton alangkah eloknya jika kita bisa menjadi penonton yang yang tenang dibangku masing2 tanpa harus menudingkan jari telunjuk bahwa itu si pemain "A" gaya mainya seperti bandit.. Bahkan ada lagi pentolan penonton yang melemparkan pernyataan bahwa siapapun yang tidak memilih dan mendukung pemain "B" maka dianggap sebagai antek asing. hal2 seperti itulah yang bisa disebut sebagai kampanye hitam, menggunakan cara2 yang tidak relevan. Pernyataan2 dengan gaya2 lama yang sama sekali tidak inovatif, paradigma2 kolot dari gaya pemikir orang2 ORBA yang tidak menyadari bahwa sekarang sudah era nya digitalisasi.

Semoga Pak Amin masih mengingat apa itu pepatah padi.

Terima kasih...

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, menilai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak boleh lagi jadi gubernur DKI Jakarta.

"Karena dia beringas, bengis dan hampir-hampir seperti bandit. Saya tahu ini akan dikutip, enggak apa-apa," kata Amien dalam sambutannya di pembukaan Kongres V Barisan Muda PAN di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/8/2016), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Amien menegaskan, sebagai pemimpin Ahok tidak pro terhadap rakyat kecil. Ia memastikan Ahok harus dilawan karena sudah kelewatan menjalankan tugasnya.

"Saya enggak tahu dia maunya apa. Jangan lupa dia antek pemodal. Jadi tolong besok kalau ada calon penantang yang masuk akal, BM PAN harus datang dengan massa banyak. Kita tunjukkan rakyat itu mesti menang kalau bersatu," tegas Amien.

Ahok, gubernur petahana, resmi didukung tiga partai politik untuk maju di Pilkada DKI tahun depan. Partai yang sudah menyatakan dukungan untuk Ahok adalah Partai Nasdem, Partai Hanura dan Partai Golkar.

Sebelumnya, pada April lalu, Amien Rais, menilai, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat arogan.

Amien melihat Ahok sebagai sosok yang senang menantang berbagai pihak, bahkan terkesan meremehkan lembaga negara, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan terkait kasus RS Sumber Waras.

Amien menyatakan, Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin lantaran sikapnya yang kerap nyeleneh dan memicu timbulnya kontroversi.

"Ini bukan masalah SARA, tetapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," kata Amien di Temanggung, Minggu (24/4/2016).

Menurut dia, tidak hanya sikap Ahok yang dinilai keras kepala. Ahok, menurut Amien, adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.

"Kalau saya orang Jakarta, pasti akan turun gunung. Sayang, saya orang Yogyakarta," kata dia.

 

(Sumber: Status Facebook Joko Santoso)

Monday, August 22, 2016 - 07:30
Kategori Rubrik: