Surat Pernyataan Paksaan

ilustrasi

Oleh : Djati Erna Sahara

Dulu waktu saya didatengin kelompok orang yg memaksa saya berhenti menulis di medsos, saya tidak permah mau menulis surat pernyataan sesuai arahan mereka... Untungnya saya di persekusi di kantor, sehingga saya bisa menolak mereka dan bahkan melawan.

Berbeda dg bang Ninoy yg disekap dan digebukin puluhan orang di luar dan di dalam masjid Al Fallah Pejompongan. Dalam keadaan ketakutan dan memelas agar nyawanya tak dicabut, tentunya ini MOMEN EMPUK AGAR BANG NINOY MAU MENULIS SURAT PERNYATAAN SEBAGAI BARGAINING KEUTUHAN NYAWANYA DAN NYAWA ANAK ISTRINYA....

Kalau ada kadrun yang bilang bahwa Ninoy berdusta dan merekayasa penganiayaan ini.... itulah KEPANIKAN KADRUN YANG MULAI TERPOJOK DI UJUNG JURANG KEHANCURANNYA.... sebab hanya surat pernyataan itulah satu2nya harapan menjadi saksi MEMUTARBALIKKAN FAKTA....

Bahkan mereka menganggap POLISI BERBOHONG, menyamakan kondisinya dg ambulan berbatu yang sudah tertangkap pula pelaku pembawa batunya...
Mereka mengungkit2 permintaan maaf polisi atas tuduhan ambulance pemprov memfasilitasi batu dan bensin yang memang ada batunya.... tapi yg meletakkannya pendemo yang juga disayang2 anies, mau diberi pekerjaan malah. Apa bedanya dg tuduhan ambulan pemda DKI memfasilitasi batu dan bensin?

Kasus ninoy jelas beda cuk! Ada relawan Jokowi yang DIGEBUKIN SAMPAI BONYOK, DIKEROYOK, DIPAKSA MENULIS SURAT PERNYATAAN, DIPAKSA NGAKU BAYARAN, DIANCAM AKAN DIBUNUH BAIK DIRINYA MAUPUN KELUARGANYA... DIKEMBALIKAN DG SYARAT TIDAK MELAPOR KE POLISI DAN MEMBUAT SURAT PERNYATAAN... ADA CCTV YG MENJADI BARANG BUKTI DAN ADA 15 TERSANGKA YANG SUDAH MENGAKU SESUAI PERNYATAAN POLISI DI MEDIA....

Dusta manalagi yg ingin kau tutup2i druun???? Stop share kepekok an daripada lu tambah malu... PKI berjubah!!

Sumber : Status Facebook Djati Erna Sahara

Thursday, October 10, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: