Surat dari Warga : Terimakasih Pak Jokowi

Oleh : Harry Nazarudin

Terima Kasih Pak Jokowi!

Catatan: saya adalah warga negara biasa, yang menulis artikel ini tanpa bayaran. Saya bukan buzzer, bukan pula anggota partai politik atau organisasi kemasyarakatan tertentu saat ini. Saya menulis artikel ini untuk sedikit meringankan penyakit masyarakat kita, yang mudah lupa akan hal-hal baik tetapi selalu bersedia mempergunjingkan hal-hal buruk. Adam Grant dalam bukunya ‘Originals’ (Penerbit Viking, 2016) menulis bahwa seorang penulis akan terlihat lebih pintar saat menulis kritik pedas daripada menulis pujian. Tetapi hari ini, saya memilih terlihat bodoh, supaya berita baik bisa terus diingat. Artikel ini murni adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili pihak atau golongan tertentu.

Kepada Pak Joko Widodo,

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras Pak Jokowi dalam menjalani tugas sebagai presiden saat ini. Setiap kali saya bepergian ke luar negeri, terutama di ASEAN, saya bisa berbangga jadi orang Indonesia. “Wow, you lucky, you got Jokowi!” kata teman saya, di Kuala Lumpur dan di Manila beberapa waktu lalu. Dan setiap kali saya ditanya bagaimana prospek Indonesia, saya bisa dengan tegas menjawab: Keep Calm and Carry On Pak Jokowi!

Saya ingin berterima kasih bahwa untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, tahun 2016 ini rakyat bisa mudik Lebaran dengan ongkos tol yang DIDISKON bukannya dinaikkan atau tetap seperti biasa. Saya sendiri tidak ikut mudik, tetapi ikut senang membayar tol dalam kota hanya setengah harga. Toh, kekhawatiran yang ada selama ini tidak terjadi: operator tol tidak bangkrut! Tetapi kami bisa tersenyum, sekali-sekali lah menikmati diskon dari pemerintah!

Terima kasih juga, bahwa ketika ada isu pembakaran gereja di Aceh, Pak Jokowi mengirimkan Kapolri pada saat itu, Jend. Badrodin Haiti, segera ke lokasi. Memang latar belakang masalahnya selalu pelik Pak, tetapi dengan langkah tersebut, saya yang beragama Kristen Protestan merasa aman, karena Pak Jokowi menempatkan isu seperti ini sebagai prioritas yang tinggi.

Terima kasih juga, bahwa sejak masa Reformasi tahun 1998, baru tahun 2016 ini Indonesia bebas kabut asap! Memang masih ada sedikit tetapi sudah jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saya ingat pernah terjebak asap di Jambi dan miris membayangkan, bagaimana nasib warga yang tinggal di pedalaman dan tidak punya AC! Entah apa yang Bapak lakukan, tetapi tahun ini penanganan asap sangat amat berhasil sehingga kita tidak perlu lagi batuk-batuk disergap asap!

Terima kasih karena sikap kenegarawanan dan kesabaran Pak Jokowi dalam menghadapi demo-demo menjelang Pilkada tahun 2017. Terima kasih karena hujan-hujan Pak Jokowi mau jalan kaki mendengar aspirasi pendemo, tetapi tetap teguh menempatkan hukum sebagai panglima dan tidak mengambil langkah sepihak. Ketika bersikap cuek sangat mudah dan menguntungkan secara politis, Pak Jokowi memilih bermanuver kiri-kanan, ketemu orang sana-sini, hanya untuk mempertahankan sebuah idealisme persatuan dan keadilan. Terima kasih sudah mau repot begitu Pak!

Terima kasih karena sikap Pak Jokowi yang sangat rendah hati dalam menjalankan Tax Amnesty 2016. Terima kasih karena tidak melihat pengusaha sebagai ‘maling’ semata – mungkin karena dulu Bapak pengusaha juga, mosok maling teriak maling ya Pak grin emoticon – tetapi merangkul pengusaha yang juga adalah elemen bangsa namun sering tidak diperhatikan. Akhirnya melalui langkah pribadi Bapak yang sangat elegan, para pengusaha dan pelaku ekonomi dari kelas kakap sampai kelas kambing tergopoh-gopoh ikut Tax Amnesty, bersedia repot-repot ke Gatot Subroto ngurusin pajak. Kita ini sebenarnya bangga kok Pak bayar pajak, cuma sering nggak bangga dengan kelakuan petugas pajaknya aja!

Terima kasih juga karena Pak Jokowi rela mematikan sirine mobil dan mengurangi voorijders ketika melakukan perjalanan. Setelah nonton Pak Jokowi di TV membahas mengapa Pak Jokowi tidak memakai sirine, gantian saya yang sering diomelin istri saya kalau main klakson dan nggak sabaran di jalan. “Pak Jokowi yang presiden saja bisa sabar, mosok kamu nggak bisa!” katanya. Malu juga saya!

Selamat bertugas di tahun 2017, semoga Tuhan YME memberikan berkat dan anugerah untuk Pak Jokowi dalam menjalankan tugas sebagai Presiden Republik Indonesia yang kita cintai bersama. Terima kasih!

Salam,

Harry Nazarudin

Sunday, January 1, 2017 - 19:45
Kategori Rubrik: